Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Olimpiade 2021

Ayahanda Ingin Apriyani Rahayu Jadi Pelatih Bulutangkis Andal

Apriyani memiliki sikap santun terhadap orang yang berusia lebih tua. Hal itu terlihat dari kebiasaan Apriyani mencium tangan pasangan mainnya.

Ayahanda Ingin Apriyani Rahayu Jadi Pelatih Bulutangkis Andal
KBRI Tokyo
Dubes Indonesia untuk Jepang, Heri Akhmadi (kanan) bersama pimpinan Bank BNI dan Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (kanan) memberikan hadiah 2 tiket graris Jepang-Indonesia bagi dua atlet Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Amirudin, ayah pebulutangkis Apriyani Rahayu memiliki mimpi besar terhadap anaknya di masa depan.

Ia ingin sekali agar Apriyani menjadi pelatih bulutangkis andal untuk melahirkan bibit-bibit atlet baru.

"Satu-satunya harapan ke depan kalau dia sudah gantung raket supaya dia bisa balik membina anak-anak putra putri daerah di bidang olahraga bulutangkis," pinta Amirudin saat wawancara khusus oleh Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra dan News Manager Tribun Network, Rachmat Hidayat, Sabtu (7/8/2021).

Amirudin mengaku sangat bangga atas raihan medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 bersama Greysia Polii.

Menurutnya, Apriyani sosok yang tekun, gigih, dan konsisten dalam menjalankan rutinitas berlatih.

"Hari-harinya Apri sangat memerhatikan latihan, kebetulan dari rumah ke tempat latihan sejauh 9 kilometer. Terpaksa kami orang tua turun tangan mengantar. Latihannya setiap hari pagi, siang, dan malam," ucap Amirudin.

Amirudin menjelaskan Apriyani juga memiliki sikap santun terhadap orang yang berusia lebih tua.

Hal itu terlihat dari kebiasaan Apriyani mencium tangan pasangan mainnya Greysia Polii kala bertanding.

Menurut Amirudin hal itu sudah menjadi tradisi dari tempatnya berasal Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Konawe, Kelurahan Lawulo.

"Pertama memang kebiasaan dia khususnya orang Sulawesi Tenggara selalu menghormati yang tua. Sudah tradisinya bagi kami masyarakat Konawe," imbuhnya.

Halaman
123
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas