Tribun

Ade Armando Ungkap Dugaan Penyebab Akun Twitter-nya Kena Suspend

Akun sosial media milik Dosen Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Ade Armando @adearmando1 ditangguhkan atau terkena suspend oleh pihak Twitter.

Penulis: chaerul umam
Editor: Hasanudin Aco
Ade Armando Ungkap Dugaan Penyebab Akun Twitter-nya Kena Suspend
KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA
Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando. (Foto diambil sebelum pandemi Covid-19). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akun sosial media milik Dosen Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Ade Armando @adearmando1 ditangguhkan atau terkena suspend oleh pihak Twitter.

Saat dikonfirmasi, Ade menduga ada kelompok tertentu yang melaporkan secara massal dan menuduh dia telah menyebarkan sesuatu yang melanggar aturan Twitter.

"Menurut si (pihak) Twitter itu seperti dibilang konten saya ada yang melanggar aturanlah kira-kira. Tapi saya duga bukan sekadar si Twitter yang menemukan konten saya yang melanggar aturan tapi karena ada orang-orang yang melaporkan secara beramai-ramai menuduh bahwa saya menyebarkan sesuatu yang melanggar aturan Twitter," kata Ade Armando kepada Tribunnews.com, Senin (9/8/2021).

Baca juga: Akun Twitter Ade Armando dan Denny Siregar Kena Suspend, Ada Apa? Begini Respons Mereka

Alasan Ade Armando itu berangkat bahwa bukan hanya dia yang terkena suspend oleh pihak Twitter.

Sebab, selain dia, kejadian serupa dialami sejumlah pegiat media sosial lainnya yakni Denny Siregar, Eko Kuntadhi, dan Muannas Alaidid.

Dia menyebut bahwa serangan siber teroris yang menyebabkan akun Twitternya terkena suspend.

"Kenapa saya tahu begitu karena ternyata yang diserang bukan cuma saya yang juga jadi korban adalah Denny Siregar, Eko Kuntadhi, Muannas Alaidid mereka juga diserang dan penyerangan itu dilakukan secara sistematis," ucapnya.

"Jadi ada timnya seperti siber teroris menurut saya karena memang ada kode-kode yang mereka publikasikan misalnya 'sudah down nih delta down' seperti itu lah kira-kira," lanjutnya.

Menurut Ade, orang-orang tersebut tak senang jika dirinya bersama pegiat media sosial aktif menyampaikan kebenaran melalui cuitan di Twitter.

Kendati demikian, Ade tak mempermasalahkan akun Twitter-nya itu terkena suspend.

"Kita lihat apakah ini bisa suspension-nya ini bisa berakhir, mungkin kita akan hubungi juga Twitter untuk menyatakan bahwa kita bukan orang-orang yang menggunakan Twitter untuk menyebarkan hoaks atau kebencian atau permusuhan," ucapnya.

"Tapi ini ya ini demokrasi cuma mereka harus tahu si teroris siber ini bahwa kita tak akan takut, kita tak akan pernah bungkam hanya karena hal-hal semacam ini kita akan terus menyuarakan kebenaran," pungkasnya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas