Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pimpinan DPRD DKI Jakarta Minta Hentikan Perdebatan Terkait Interpelasi Formula E

Zita meminta agar anggota dewan yang mengajukan interpelasi melihat situasi pandemi yang sudah cukup banyak mendatangkan masalah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reza Deni
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Pimpinan DPRD DKI Jakarta Minta Hentikan Perdebatan Terkait Interpelasi Formula E
Tribun Jakarta
Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mengakui rencana perhelatan Formula E menuai pro dan kontra di internal DPRD.

"Namun perdebatan kita bukan solusi untuk warga. Rakyat pusing lihat dewan selisih paham terus," kata Zita kepada wartawan, Senin (23/8/2021).

Menurut politisi PAN itu, Formula E bisa dibicarakan di Komisi dan semua fraksi di DPRD terbuka.

"Ada apa kok harus interpelasi? Selama ini Gubernur dan jajaran sangat kooperatif, semua data terbuka tidak ada yang ditutupi," katanya.

Dia meminta agar anggota dewan yang mengajukan interpelasi melihat situasi pandemi yang sudah cukup banyak mendatangkan masalah.

"Banyak Nakes yang gugur, korban jiwa berjatuhan, ekonomi terganggu, dan rakyat putus kerja," katanya.

Baca juga: Ketua DPRD DKI: Hak Interpelasi Formula E Bukan Bermaksud untuk Menjatuhkan Anies

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagai anggota dewan, Zita mengatakan harusnya mampu menunjukkan karakter wakil rakyat yang mengedepankan kepentingan rakyat.

"Di tengah kondisi serba sulit. Warga butuh aksi-aksi konkret. Yang bisa membantu ekonominya, yang bisa mengenyangkan perutnya, yang bisa menjaga kesehatannya," tanbahnya.

"Saya berharap, sebagai wakil rakyat kita harus mampu menjaga empati. Tampil menjadi teladan yang terdepan memberi solusi untuk kepentingan-kepentingan rakyat," kata putri Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan itu.

Diberitakan sebelumnya sejauh ini sudah 13 anggota DPRD DKI Jakarta yang membubuhkan tanda tangan untuk pengajuan hak interpelasi terkait Formula E.

Dari 13 orang, 5 di antaranya berasal dari Fraksi PDI-P, dan 8 sisanya anggota fraksi PSI.

Mereka menilai pelaksanaan justru lebih merugikan APBD DKI. Apalagi pelaksanaannya di tahun 2022 disebut masih akan diselimuti pandemi Covid-19.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas