Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Surya Paloh: Demokrasi Bukan Tujuan, Tapi Alat Menghantarkan Cita-cita Bangsa

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengingatkan, agar demokrasi tak menjadi tujuan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Surya Paloh: Demokrasi Bukan Tujuan, Tapi Alat Menghantarkan Cita-cita Bangsa
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengingatkan, agar demokrasi tak menjadi tujuan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Surya Paloh, demokrasi seharusnya dimaknai sebagai alat untuk mencapai tujuan atau cita-cita kemerdekaan bangsa.

Hal itu disampaikan Surya Paloh dalam Dialog Kebangsaan dalam memperingati 50 tahun CSIS Indonesia secara virtual, Senin (23/8/2021).

"Sekali lagi saya harus mengatakan bahwa bagi saya dan Nasdem, demokrasi bukanlah tujuan. Enggak ada urusan dengan demokrasi sebagai suatu yang dikatakan tujuan bagi kehidupan kita," kata Surya Paloh.

Namun, Demokrasi sejatinya merupakan alat, tools, equipment, dan satu sistem yang disepakati untuk menghantarkan tujuan-tujuan berbangsa.

Baca juga: Surya Paloh Minta Jokowi Fokus Tangani Pandemi, Tak Perlu Tambah Anggaran Belanja

Meski begitu, Surya Paloh menyadari bahwa indeks demokrasi Indonesia semakin menurun.

Berdasarkan, The Economist Intellegence Unit (EIU) bahwa pada tahun 2020, indeks demokrasi Indonesia hanya 6,3 atau turun dari tahun sebelumnya, yaitu 6,48.

Ia pun menyoroti bagaimana politik identitas serta SARA yang justu menguat dalam beberapa tahun belakang ini.

"Kita paling khawatir, kalau ada persepsi yang menyatakan dalam indeks apapun itu, demokrasi kita sudah menurun. Tapi realita yang ada, politik identitas semakin menguat. Isu SARA masih ada di kanan kiri kita," jelasnya.

Baca juga: Surya Paloh: Politik Tanpa Mahar Sering Dianggap Main-main dan Bohong

Maka, ia pun menyarankan agar pemerintah dapat melakukan supervisi agar demokrasi tak terus-menerus menghasilkan keburukan.

Sebab, demokrasi masih bisa diubah, diatur, dan menempatkan diri secara lebih baik.

"Dalam keseharian kita, demokrasi seperti apa yang kita miliki hari ini. Kalau tidak disupervisi dalam hal ini khususnya oleh yang memiliki otoritas penyelenggara negara ini," katanya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas