Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Komisi IX DPR Dorong BPOM Jadi Bagian Dari Pelaksanaan Inpres Nomor 6 Tahun 2016

BPOM diminta lebih progresif dan memberikan ruang terhadap penggunaan obat-obatan yang bisa dipakai untuk penanganan Covid-19.

Komisi IX DPR Dorong BPOM Jadi Bagian Dari Pelaksanaan Inpres Nomor 6 Tahun 2016
dok. DPR RI
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) lebih progresif dan memberikan ruang terhadap penggunaan obat-obatan yang bisa dipakai untuk penanganan Covid-19.

Menurut Melki, pandemi Covid-19 saat ini adalah situasi darurat dan berbeda dengan situasi normal.

Sehingga, menurutnya perlu ada langkah progresif untuk menanganinya.

"Pola penanganan penggunaan obat-obatan yang dilakukan BPOM sekarang ini harus progresif. Kaidah keilmuan dan ketentuan tetap bisa dipakai namun pada saat yang sama juga harus diberikan ruang bagi penggunaan obat-obatan seperti Ivermectin dan lainnya yang lebih terbuka," kata Melki dalam keterangannya, Senin (30/8/2021).

Mengenai hubungan BPOM dengan perusahaan farmasi dalam negeri baik BUMN ataupun swasta, Melki mengatakan DPR tentu mendorong agar BPOM juga menjadi bagian dari pelaksanaan Inpres Nomor 6 tahun 2016.

Baca juga: Kasus Covid-19 Turun, Menkes Sampaikan Pesan Jokowi: Eling Lan Waspodo

"Inpres ini oleh Pak Jokowi dimaksudkan untuk mempercepat produksi obat dan alkes dalam negeri. Dan dalam kaitan dengan obat, kita mendorong BPOM agar betul-betul membantu, mendampingi, memfasilitasi agar obat-obatan dalam negeri bisa dihasilkan terutama dalam masa pandemi saat ini," ujarnya.

Menurutnya, hal ini sangat penting agar produk-produk obat dalam negeri yang bermutu, berkhasiat, aman, dapat didampingi BPOM.

Sehingga, bisa segera dihasilkan dan dipakai agar industri farmasi dalam negeri bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Baca juga: Sekolah Dimulai, Wamenkes: Kasus Covid-19 pada Anak Meningkat 2 Persen

"Industri obat dalam negeri harus kita dorong kuat sehingga kita tidak selalu bergantung pada obat-obatan impor. Ini tentu membantu kita dalam kemandirian di sektor kesehatan terutama di sektor farmasi," ujarnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas