Tribun

Virus Corona

Jangan Berpuas Diri Meski Penularan Covid-19 Turun, Kasus Agustus Masih 2 Kali Lipat dari Januari

Di luar semua indikator yang telah membaik namun angka kematian pada Agustus 2021 masih lebih tinggi dari Juli 2021.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Dewi Agustina
Jangan Berpuas Diri Meski Penularan Covid-19 Turun, Kasus Agustus Masih 2 Kali Lipat dari Januari
WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Warga sedang menerima vaksin dari Nakes Pasar ikan Modern, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (2/9/2021). Pemberian vaksin Sinovac dan Astrazeneca sebanyak 3.500 dosis akan diberikan kepada masyarakat kampung nelayan dan warga pesisir selama tiga hari pada 2-4 September 2021. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyampaikan perkembangan penanganan kasus virus corona di Indonesia.

Menurut Wiku, kebijakan PPKM darurat hingga penerapan level efektif menekan penyebaran virus.

"Meskipun penularan turun kita jangan berpuas diri karena kasus bulan Agustus 2021 masih dua kali lipat dari lonjakan pada Januari 2021," kata Wiku saat konferensi pers, Kamis (2/9/2021).

Idealnya, kasus Covid-19 harus ditekan menjadi lebih kecil dari awal tahun ini atau di bawah 331.052 kasus.

Wiku menuturkan tren penurunan ini jerih payah masyarakat yang sabar menaati aturan pemerintah.

"Upaya menjalankan protokol kesehatan dan tidak melakukan perjalanan yang tidak mendesak menjadi satu di antara penyumbang penurunan kasus," urainya.

Ia menyebut kasus aktif Agustus 2021 turun drastis jika dibandingkan posisi Juli 2021.

Kasus aktif di akhir Agustus 2021 berjumlah 196.281 atau 4,8 persen sedangkan pada Juli 2021 kasus aktif lebih 500 ribu atau 16 persen.

"Angka kesembuhan juga mengalami peningkatan di mana Agustus mencapai 942.281. Sementara Juli sebesar 896.501," jelas Wiku.

Sayangnya, di luar semua indikator yang telah membaik namun angka kematian pada Agustus 2021 masih lebih tinggi dari Juli 2021.

"Angka kematian Juli sebesar 34.394 sedangkan pada Agustus 2021 meningkat menjadi 37.330," imbuhnya.

Jika dilihat di tingkat provinsi, 23 dari 34 provinsi telah menunjukkan penurunan kasus pada bulan ke delapan tahun ini.

Sementara itu, 11 provinsi lagi mengalami peningkatan kasus di antaranya Aceh (52 persen), Sulawesi Tengah (111 persen), Gorontalo (57 persen), Kalimantan Selatan (47 persen), Sumatera Utara (44 persen), Kalimantan Utara (24 persen), dan Bali (15 persen).

Mengingat masih tingginya kasus penularan, Wiku mengingatkan masyarakat harus tetap waspada.

"Kita semua tentunya berharap pelonggaran aktivitas sosial ekonomi yang dilakukan sekarang ini bisa berjalan aman dan baik," ucap Wiku.

Satgas Covid-19 berfokus menurunkan risiko kematian dengan mengoptimalkan penyediaan rumah sakit, ketersediaan alat medis di tempat rujukan, tempat isolasi terpusat, dan memaksimalkan fungsi posko satgas di level kelurahan

Ia menegaskan, pelonggaran aktivitas masyarakat di ruang publik memerlukan peran Satuan Tugas Protokol Kesehatan.

Baca juga: Dampak Pandemi Covid-19, Hotel dan Mal Banyak Dijual

"Satgas Protokol dibentuk sesuai Surat Edaran No 19 Tahun 2021. Peran utama dari satgas ini adalah membantu mengurangi laju penularan Covid-19 di fasilitas publik," ucap Wiku.

Ia menuturkan Satgas Prokes melakukan penegakan secara persuasif dengan mengajak masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

Kata Wiku, Satgas Prokes dibentuk pada sebelas kelompok aktivitas masyarakat yaitu aktivitas ekonomi dan belanja, hiburan dan olahraga, penyediaan akomodasi, pelayanan kesehatan, transportasi, kerja, pendidikan, sosial, penegakan hukum, energi dan lingkungan, dan keagamaan.

Untuk menunjang pelaksanaannya, Satgas Prokes melibatkan pengelola/petugas pada fasilitas publik, asosiasi atau ikatan pengelola fasilitas publik, dan Satgas Covid-19 Daerah (Duta Perubahan Perilaku atau Relawan) sebagai unsur pelaksana dan menjalankan tiga fungsi, yakni pencegahan, pembinaan, dan pendukung.

Pemantauan dan evaluasi Satgas Prokes di fasilitas publikas dilakukan oleh Satgas Covid-19 Daerah (Kabupaten/Kota, Kecamatan, atau Desa/Kelurahan) dan pembinaan dilakukan oleh Kodim dan Polrestabes/Polresta/Polres, Koramil, Polsek atau Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

"Dalam hal ini Satgas memperhatikan tingkat wilayah administrasi pemantauan dan evaluasi kinerja Satgas Protokol Kesehatan 3M Fasilitas Publik yang sudah sepatutnya menyesuaikan dengan kondisi dan karakteristik daerah dan fasilitas publik bersangkutan," ujar Wiku.

Dalam menjalankan ketiga fungsi, Satgas Prokes 3M Fasilitas Publik mengikuti Panduan Teknis Pembentukan dan Operasional Satuan Tugas Protokol Kesehatan 3M Fasilitas Publik. 

Pendanaan untuk kegiatan ini nantinya akan berasal dari swadaya, hibah, maupun bantuan resmi dari Pemerintah Daerah setempat atau Pemerintah Pusat.

Nantinya, Satgas Prokes mengingatkan masyarakat agar masuk dan keluar fasilitas publik melalui pintu yang berbeda, mengukur suhu, mengingatkan memakai masker dengan benar, hingga mencuci tangan.

"Hal yang penting juga memindai barcode aplikasi PeduliLindungi. Pada prinsipnya transformasi digital di sektor kesehatan dilakukan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi penanganan pandemi," kata dia.

Menurutnya, transformasi digital akan dilakukan bertahap sesuai kondisi di lapangan.

"Pemerintah selalu mengutamakan data keamanan masyarakat. Di kasus kebocoran data eHac, Kementerian Kesehatan telah menindaklanjuti permasalahan ini ke pihak berwajib dan Kementerian Komunikasi dan Informatika," tuturnya.

Wiku mencatat berdasarkan data kepatuhan prokes tingkat nasional terlihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah melakukan monitoring di setiap sektor kehidupan yang semata-mata untuk kesehatan masyarakat.

"Walau begitu hasil pantauan satgas bahwa masih ada 20,68 persen Kabupaten/Kota dan 22,61 persen kecamatan dan 23,63 desa/kelurahan yang lebih dari 3/4 penduduknya belum mematuhi prokes 3M," ujarnya. (tribun network/reynas abdila)

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas