Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penanganan Covid

Banyak Provinsi Belum Update Status Kasus, Kemenkes: Terhambat Prosedur Administrasi yang Panjang

Jubir vaksinasi Kemenkes, Siti menyebut masih banyak provinsi yang belum memperbaharui status kasusnya karena kenkendala panjangnya administrasi

Banyak Provinsi Belum Update Status Kasus, Kemenkes: Terhambat Prosedur Administrasi yang Panjang
Youtube Sekretariat Presiden
Juru Bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi Menyebut Masih Banyak Provinsi yang belum memperbaharui status kasusnya 

TRIBUNNEWS.COM - Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan saat ini masih banyak provinsi yang belum memperbarui status kasusnya.

Bahkan, status kasusnya belum diperbarui lebih dari 21 hari. 

Siti menyebut keterlambatan pelaporan ini terjadi karena terhambat panjangnya prosedur administrasi dalam pencatatan masyarakat yang dinyatakan meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Prosedur panjang pelaporan tersebut mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Hal tersebut diungkap oleh Siti pada konferensi pers secara virtual di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19 di Sekolah, Nadiem Minta Orangtua Ikut Vaksinasi

Baca juga: Sebaran 626 Kasus Kematian Akibat Corona 8 September 2021 di 34 Provinsi Indonesia

"Meskipun kasus Covid-19 menurun, tapi masih banyak provinsi yang belum memperbaharui status kasusnya yang telah berusia lebih dari 21 hari. Hal ini terjadi karena adanya keterlambatan dalam melakukan input data kematian kedalam sistem."

"Keterlambatan ini terjadi karena adanya prosedur administrasi yang berjenjang yang dibutuhkan mulai dari level RT, RW, kelurahan, kecamatan hingga Dinas Dukcapil untuk menyatakan kondisi seseorang yang telah meninggal," terang Siti.

Juru Bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi
Juru Bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi Menyebut Masih Banyak Provinsi yang belum memperbaharui status kasusnya

Selain keterlambatan pelaporan karena prosedur administrasi yang panjang, keterlambatan ini juga terjadi karena adanya keterbatasan dari para tenaga kesehatan.

Para nakes pada saat itu merasa kesulitan karena tidak bisa langsung melaporkan data kematian.

Baca juga: Tekan Penyebaran Covid-19, Tempo Scan Bagikan 2,5 Juta Masker ke Masyarakat

Hal ini terjadi, kata Siti, karena tingginya beban kerja para nakes saat menangani kasus Covid-19.

Halaman
12
Penulis: Galuh Widya Wardani
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas