Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

China Bakal Bangun Pabrik Vaksin di Indonesia, PKS Ingatkan Hal Ini 

PKS mengingatkan agar rencana pembangunan pabrik vaksin Tiongkok (China) di Indonesia tidak mengalahkan prioritas industri vaksin dalam negeri. 

China Bakal Bangun Pabrik Vaksin di Indonesia, PKS Ingatkan Hal Ini 
freepik.com
Ilustrasi vaksin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati mengingatkan agar rencana pembangunan pabrik vaksin Tiongkok (China) di Indonesia tidak mengalahkan prioritas industri vaksin dalam negeri. 

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pabrik vaksin Tiongkok dan Indonesia akan beroperasi April 2022. 

Mufida mengingatkan agar rencana ini tidak mengalahkan prioritas industri vaksin dalam negeri dalam hal ini vaksin merah putih. 

Baca juga: 2 Oknum Dishub DKI yang Peras Bus Rombongan Warga Vaksinasi Rp 500 Ribu Tak Dipecat, Ini Alasannya

Dia menyebut vaksin Merah Putih juga dijadwalkan bisa diproduksi April-Mei 2022. 

"Jangan sampai semangat kemandirian vaksin lewat vaksin merah putih dikalahkan agenda investasi dari luar negeri. Semangat berdikari atas vaksin, obat-obatan dalam negeri disebut menjadi prioritas oleh Presiden Joko Widodo," kata Mufida dalam keterangannya, Kamis (9/9/2021). 

Mufida mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan Inpres No 6 Tahun 2016 tentang Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. 

Semangat dari Inpres ini adalah prioritas dalam pengembangan industri farmasi dan alkes termasuk vaksin dari dalam negeri. 

"Ingat yang ada hanya visi misi Presiden tidak ada visi misi menteri. Sebab itu, semangat berdikari industri farmasi dalam negeri harus didahulukan," ujar dia. 

Baca juga: Perusahaan China Akan Dirikan Pabrik Vaksin di Jakarta Timur, Teknologinya Diklaim Setara Pfizer

Apalagi, lanjut Mufida, BioFarma sebagai BUMN produsen vaksin telah diakui dunia. 

Negara-negara OKI belajar soal vaksin ke BioFarma. Dari 57 negara OKI hanya tujuh yang memiliki pabrik vaksin.

Dari jumlah tersebut hanya dua yang tersertifikasi WHO yakni Senegal dan Bio Farma. 

"Saat ini, Bio Farma sudah mengekspor vaksin ke 145 negara, 50 di antaranya negara OKI. Artinya negara kita jadi rujukan vaksin oleh dunia. Ini momentum dengan pengembangan vaksin merah putih," pungkas Mufida.

Penulis: chaerul umam
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas