Tribun

Kebakaran di Lapas Tangerang

Fahri Hamzah: Negara Tak Tahu Cara Membenahi Lapas

Fahri Hamzah turut prihatin dan berduka atas insiden kebakaran yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang, Banten, hingga

Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Fahri Hamzah: Negara Tak Tahu Cara Membenahi Lapas
Tribunnews/Irwan Rismawan
Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah saat wawancara khusus dengan Tribun Network di Jakarta, Kamis (3/6/2021). Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah turut prihatin dan berduka atas insiden kebakaran yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang, Banten, hingga menewaskan puluhan narapidana

Bahkan dia berharap yang terjadi pada Rabu kemarin, sebagai insiden terakhir yang menimpa lapas. 

"Ikut berduka dengan para korban dan keluarganya. Cukuplah terakhir sekali ini jatuh korban nyawa. Cukuplah," kata Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia ini melalui keterangan tertulisnya, Kamis (9/9/2021). 

Di sisi lain menanggapi kejadian ini, Fahri mengatakan Lapas memang tempat yang sebetulnya tidak manusiawi, ditambah lagi negara tidak tahu bagaimana cara membenahi lapas, sementara kondisi lapas terus mengalami penambahan warga binaannya. 

"Lapas itu dianggap tempat yang tak perlu manusiawi. Negara karenanya tidak mau dan nggak tau cara memperbaiki lapas sementara penghuni tambah banyak," ucap dia. 

Keluarga jenazah korban kebakaran di Lapas Klas I Tangerang yang sudah mendatangi RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (8/9/2021).
Keluarga jenazah korban kebakaran di Lapas Klas I Tangerang yang sudah mendatangi RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (8/9/2021). (Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra)

Fahri yang pernah duduk sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu bahkan menyebut, lapas yang paling manusiawi di Indonesia adalah Lapas yang berada di Bandung, Jawa Barat, yakni Lapas Sukamiskin. 

Baca juga: Buntut Kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, Sejumlah Politisi Minta Yasonna Laoly Tanggung Jawab

Sebab, tempat itu sudah dibangun sejak zaman kolonial Belanda atau sudah berdiri sejak 103 tahun lalu. 

"Lapas Sukamiskin, dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda sejak 1918 atau 103 tahun lalu. Bayangkan, penjajah bikin Lapas manusiawi abad lalu, sementara negara merdeka bikin Lapas kayak neraka kata menterinya (Menkumham) sendiri. Ini bom waktu!," ujarnya. 

Dulu selama dirinya bertugas sebagai Wakil Ketua DPR RI, dalam kunjungannya tak ada Lapas yang tidak mengalami kelebihan kapasitas. 

Dirinya turut menggambarkan kondisi Lapas yang dihuni oleh puluhan napi sungguh mengerikan, layaknya ikan yang disimpan berdempetan. 

KEBAKARAN LAPAS KELAS 1 TANGERANG - Tragedi kemanusiaan kembali terjadi, di mana sebanyak 41 orang napi tewas saat terjadi musibah kebakaran yang melanda Lapas Kelas 1 Tangerang, Rabu (8/9/2021). Kejadian yang diduga akibat hubungan arus pendek listrik, ke 41 jenazah ini dibawa ke unit pemulasaraan RSUD Kabupaten, sementara yang terluka masih dirawat di klinik yang berada di dalam lapas. WARTA KOTA/NUR ICHSAN
KEBAKARAN LAPAS KELAS 1 TANGERANG - Tragedi kemanusiaan kembali terjadi, di mana sebanyak 41 orang napi tewas saat terjadi musibah kebakaran yang melanda Lapas Kelas 1 Tangerang, Rabu (8/9/2021). Kejadian yang diduga akibat hubungan arus pendek listrik, ke 41 jenazah ini dibawa ke unit pemulasaraan RSUD Kabupaten, sementara yang terluka masih dirawat di klinik yang berada di dalam lapas. WARTA KOTA/NUR ICHSAN (WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN)

"Dalam kunjungan saya ke seluruh lapas selama bertugas, tidak ada 1 lapas yang tidak overcapacity, bahkan ada yang 4 kali. Mengerikan! Tapi percuma karena memang nggak akan dibela. Lapas tempat orang yang tak layak dibela," kata Fahri Hamzah

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM mengatakan Lapas Kelas 1 Tangerang yang terbakar, ada pada kondisi melebihi kapasitas.

Lapas Kelas 1 Tangerang secara keseluruhan dihuni oleh 2.069 narapidana, melebihi kapasitasnya yang hanya untuk 900 orang. 

Hal itu disampaikan Juru bicara Ditjen PAS Rika Aprianti, dia mengatakan Lapas Blok C2 yang terbakar pada Rabu dini hari dihuni oleh sekitar 122 narapidana, sementara kapasitasnya hanya untuk 40 orang. 

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas