Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kisah Inspiratif Asli Indonesia

Kreatif! Aplikasi Ini Dorong Minat Milenial Peduli Pengelolaan Sampah dengan Sistem Reward

Keberadaan aplikasi Octopus menjadi platform yang menjembatani para pengguna milenial dalam melakukan distribusi sampah untuk didaur ulang.

Kreatif! Aplikasi Ini Dorong Minat Milenial Peduli Pengelolaan Sampah dengan Sistem Reward
https://www.instagram.com/octopus.ina/
Para pahlawan lingkungan atau pelestari dari aplikasi Octopus. 

TRIBUNNEWS.COM - Peran generasi milenial yang melek teknologi punya potensi yang besar dalam meningkatkan aksi-aksi peduli terhadap lingkungan melalui digitalisasi.

Mengingat Indonesia masih terus menghasilkan sampah dalam jumlah yang besar setiap tahunnya, pengelolaan sampah berbasis teknologi dirasa penting.

Laporan Indonesia National Plastic Action Partnership yang dirilis bulan April lalu mencatat, setiap tahunnya Indonesia menghasilkan 6,8 juta ton sampah plastik. Sebanyak 60 hingga 75 persen sampah tersebut didominasi oleh limbah yang berasal dari rumah tangga. Hingga 2025, jumlah ini diperkirakan akan meningkat hingga 150.000 ton per hari.

Pemerintah sendiri telah melakukan beragam usaha untuk mengurangi jumlah tersebut. Namun tentunya, usaha pemerintah ini juga harus didukung dengan kepedulian serta aksi nyata dari masyarakat, seperti yang dilakukan para pemuda melalui aplikasi Octopus.

Kini, aplikasi Octopus hadir sebagai sarana yang dapat meningkatkan kontribusi masyarakat untuk menjaga lingkungan.

Wujudkan ekonomi sirkuler dengan dorong partisipasi milenial

Ide untuk menciptakan aplikasi Octopus berawal dari keprihatinan CEO sekaligus co-founder Octopus, Moehammad Ichsan. Menurut pengamatannya, kesadaran terhadap pengelolaan sampah di negara kita ini masihlah rendah.

Keberadaan aplikasi Octopus menjadi platform yang menjembatani para pengguna milenial dalam melakukan distribusi sampah untuk didaur ulang. Melalui aplikasi ini, siapa pun dapat dengan mudah mendaur ulang sampah non organik.

"Kami ingin mulai berinovasi dari Indonesia bagian timur. Mengenai bagaimana cara-cara sampah yang dikonsumsi tidak lari ke tempat sampah ataupun dibuang, tapi bisa menjadi penggerak industri daur ulang yang dapat meningkatkan aktivitas sirkuler ekonomi," kata Ichsan.

Cara menggunakan aplikasi Octopus sendiri cukup sederhana. Setelah melakukan instalasi, pengguna dapat memanggil para pelestari dari aplikasi Octopus, memasukkan jumlah sampah sesuai jenisnya, lalu memilih titik jemput.

Halaman
123
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas