Tribun

Data Pengguna eHac Bocor

Penyelidikan Dugaan Kebocoran Dihentikan, Kemenkes Jamin Data Pengguna eHAC Aman

Hasil penyelidikan kepolisian tidak ditemukan adanya dugaan kebocoran data pengguna pada aplikasi elektronik Health Alert Card (eHAC).

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
Penyelidikan Dugaan Kebocoran Dihentikan, Kemenkes Jamin Data Pengguna eHAC Aman
Tribunnews/fin
Penyelidikan Dugaan Kebocoran Dihentikan, Kemenkes Jamin Data Pengguna eHAC Aman 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --Hasil penyelidikan kepolisian tidak ditemukan adanya dugaan kebocoran data pengguna pada aplikasi elektronik Health Alert Card (eHAC).

Selain itu, tidak menemukan upaya pengambilan data dari server eHAC, karena itu Kepolisian resmi menghentikan penyelidikan terhadap dugaan kasus tersebut.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan, dr. Anas Maruf, MKM mengatakan data masyarakat yang ada dalam sistem eHAC tidak bocor dan dalam perlindungan.

Baca juga: Bareskrim Hentikan Penyelidikan Dugaan Kebocoran 1,3 Juta Data Pengguna eHac

Baca juga: Bocornya Data Pengguna eHAC, Pimpinan DPR: Indonesia Butuh UU Perlindungan Data Pribadi

“Masyarakat tidak perlu khawatir, data pengguna eHAC tetap aman dan saat ini sudah terintegrasi dalam aplikasi PeduliLindungi,” katanya di Jakarta, Kamis (9/9/2021).

Sebelumnya, informasi adanya kebocoran data eHAC dilaporkan oleh VPN Mentor.

ILUSTRASI - Aplikasi eHAC di smartphone.
ILUSTRASI - Aplikasi eHAC di smartphone. (Tribunnews/fin)

Laporan tersebut telah diverifikasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan diterima oleh Kementerian Kesehatan pada tanggal 23 Agustus 2021.

Kemudian Kementerian Kesehatan melakukan penelusuran dan langsung melakukan tindakan perbaikan-perbaikan pada sistem eHAC.

Sebagai bagian dari mitigasi risiko keamanan siber maka Kementerian Kesehatan telah melakukan koordinasi dengan Kementerian kominfo, BSSN, serta Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk melakukan proses investigasi guna menelusuri dan memastikan bahwa tidak ada kerentanan lain yang bisa digunakan untuk mengeksploitasi sistem eHAC PeduliLindungi.

Masyarakat diimbau untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Platform PeduliLindungi ini tersimpan di pusat data nasional dan sudah dilakukan oleh BSSN yaitu IT Security Assessment.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas