Tribun

Virus Corona

Peran Tenaga Pendidik Dinilai Penting dalam Memperkuat Kesadaran Bela Negara di Masa Pandemi

Kompetensi perlu dikembangkan oleh para guru dengan peran tambahan yang diberikan di masa pandemi saat ini.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hasanudin Aco
Peran Tenaga Pendidik Dinilai Penting dalam Memperkuat Kesadaran Bela Negara di Masa Pandemi
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Guru dan Tenaga Kependidikan Wilayah Kecamatan Cicendo melakukan tahapan proses Vaksinasi Covid-19 di halaman GBI Aruna, Jalan Aruna, Kota Bandung, Senin (19/4/2021). Dinas Kesehatan Kota Bandung terus menggencarkan vaksinasi Covid-19 terhadap guru dan tenaga pendidik jelang pembelajaran tatap muka pada Juli mendatang. Hingga saat ini, sudah lebih dari 3.000 guru dan tenaga pendidik yang telah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama. Sementara jumlah guru yang ada di Kota Bandung berjumlah lebih dari 33.000 orang. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Setidaknya, kata Yohana, terdapat 5 peran tambahan yang diharapkan dari seorang guru.

Pertama, seorang guru mesti memastikan tercapainya tujuan pendidikan. Kedua, guru bertanggung jawab memastikan keselamatan peserta didik, baik aspek fisik maupun psikis.

Ketiga, memberi penguatan aktif dan pemahaman kepada siswa guna menaati protokol kesehatan.

Keempat, guru memprioritaskan fasilitasi terhadap pembelajaran siswa dengan memberikan dukungan emosional.

Kelima, guru mesti melakukan komunikasi dan mengembangkan kerja sama yang baik dengan siswa, orang tua, dan pihak sekolah.

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Dadang Rahmat Hidayat menjelaskan pentingnya peran tenaga pendidik dalam memberikan metode pembelajaran yang tepat dalam upaya bela negara di masa pandemi.

Menurutnya, aspek yang perlu diperkuat adalah ideologi dan nilai-nilai kebangsaan, yakni bagaimana membentuk seseorang yang 'sukar-rela' menjadi 'sukarela' dalam bela negara.

Untuk itu, kata dia, program bela negara ini dapat dikomunikasikan dengan baik dan tidak hanya menjadi sebatas doktrin.

“Berharap metode pembelajaran dalam konteks ke depan, jangan sampai gagal berkomunikasi. Gagal paham, kemudian gagal paham bisa jadi gagal sosial, dan hati-hati gagal sosial bisa gagal berbangsa dan bernegara,” ucapnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas