Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Presiden Perlu Hindari Pendekatan Politik Terkait Pergantian Panglima TNI

Ia menjelaskan pendekatan politik merupakan satu dari empat pendekatan yang bisa presiden dan DPR ambil dalam proses pergantian Panglima TNI.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Gita Irawan
zoom-in Presiden Perlu Hindari Pendekatan Politik Terkait Pergantian Panglima TNI
Foto: Puspen TNI
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan masuk masa pensiun. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Badan Pengurus Centra Initiative Al Araf menilai pendekatan politik perlu dihindari dalam proses pergantian Panglima TNI di mana saat ini Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki masa pensiun.

Ia menjelaskan pendekatan politik merupakan satu dari empat pendekatan yang bisa presiden dan DPR ambil dalam proses pergantian Panglima TNI.

Pendekatan politik menurutnya ada tiga level. 

Pertama, kata dia, dikaitkan dengan isu stabilitas dan penanganan pandemi covid-19.

Menurutnya level tersebut kurang relevan karena menurutnya semua Panglima TNI karena tidak ada angkatan tertentu yang memiliki kekuatan untuk memastikan stabilitas.

Baca juga: Sebut Andika Perkasa Punya Pendukung Kuat untuk Jadi Panglima TNI, Pengamat: Sekaligus Penghalang

Ia mencontohkan, realitas saat ini Panglima TNI berasal dari Angkatan Udara dan isu-isu stabilitas juga telah menjadi bagian dalam penanganan pandemi tersebut. 

Rekomendasi Untuk Anda

Kedua, kata dia, adalah dalam konteks pendekatan politik dengan melihat soal kedekatan-kedekatan.

Menurutnya proses pergantian Panglima TNI juga tidak bisa dilepaskan dari pengaruh lingkaran dekat presiden yang biasanya merasa boleh mendorong kandidat Panglima TNI yang akan diusulkan.

Selain itu, kata dia, pada level tersebut Partai Politik juga akan melakukan suatu proses pengaruh dalam proses pergantian Panglima TNI.

Baca juga: Pengamat: Gejolak di Papua Terus Berlarut-larut Tak Ada Kaitannya dengan Pergantian Panglima TNI

Dengan demikian dalam pendekatan politik, kata dia, akan terjadi intervensi-intervensi kekuatan politik di dalamnya. 

Level ketiga dalam pendekatan politik, kata dia, juga akan dihitung terkait dengan politik Pemilu 2024 dam korelasinya dengan proses pegantian Panglima TNI.

Hal tersebut disampaikannya dalam Diskusi Publik bertajuk Pergantian Panglima TNI dan Reformasi TNI di kanal Youtube Centra Initiative pada Kamis (9/9/2021).

"Buat saya, sebaiknya pendekatan politik dihindari dalam proses pergantian Panglima TNI. Karena nanti akan sangat politis dalam pergantiannya dan itu menjadi tidak baik," kata Al Araf.

Ia berharap agar presiden keluar dari pendekatan-pendekatan politik dalam pergantian Panglima TNI dan lebih mengedepankan pendekatan normatif dan substantif agar lebih bisa membangun proses transformasi TNI. 

Menurutnya jika Presiden mengambil langkah dalam pergantian Panglima TNI dengan pendekatan normatif dan substantif maka proses transformasi TNI dapat berjalan dengan baik.

"Tapi kalau kaca matanya pendekatan politik, kita akan sulit untuk mendorong proses transformasi TNI," kata dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas