Tribun

Virus Corona

Fraksi PKS: Pemerintah Jangan Salah Fokus Soal Pengembangan Vaksin 

Mulyanto minta pemerintah fokus kejar target produksi massal vaksin Merah Putih, jangan mementingkan pembangunan pabrik vaksin milik investor asing.

Penulis: chaerul umam
Editor: Theresia Felisiani
Fraksi PKS: Pemerintah Jangan Salah Fokus Soal Pengembangan Vaksin 
Dok/Man (dpr.go.id)
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Mulyanto meminta pemerintah tetap fokus mengejar target produksi massal vaksin Merah Putih

Jangan sampai upaya tersebut terbengkalai, karena pemerintah lebih mementingkan pembangunan pabrik vaksin milik investor asing daripada mengembangkan vaksin buatan anak bangsa sendiri. 

Hal itu disampaikan Mulyanto menanggapi hasil kunjungan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan ke pabrik vaksin PT. Etana Biotechnologies Indonesia, di Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Rabu (8/9) lalu. 

"Pemerintah jangan salfok (salah fokus) dalam upaya pengadaan vaksin ini. Pemerintah harus konsisten memprioritaskan vaksin inovasi anak bangsa daripada vaksin asing," kata Mulyanto kepada wartawan, Jumat (10/9/2021). 

Baca juga: Politikus PKS Nilai Klaim Pemerintah Sukses Tangani Covid-19 Berlebihan 

Baca juga: Legislator PKS Ragukan Data Kematian Covid-19 Versi Pemerintah 

Anggota Komisi VII DPR RI ini mengingatkan bahwa proses pembuatan vaksin Merah Putih ini sudah menjelang tahap-tahap akhir. 

Menurutnya, agar proses ini dapat berjalan sesuai target, maka pemerintah perlu memberikan dukungan maksimal. 

Sehingga vaksin Merah Putih hasil karya putra-putri Indonesia ini bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. 

"Pak Luhut ini Menko Investasi jadi fokusnya cari investor. Sementara PKS ingin Vaksin Merah Putih, hasil inovasi anak bangsa, ini dihilirisasi dan segera disiapkan produksinya," ucapnya. 

"Dan itu sudah di depan mata. Universitas Airlangga bersama Biotis Pharmaceutical sudah diacungkan jempol oleh BPOM.  Kalau tidak ada aral melintang, Maret 2022 sudah selesai uji klinis tahap 1-3 dan mendapat EUA dari BPOM. Arah ini yang harus didorong pemerintah," lanjut Mulyanto. 

Baca juga: Jatim Bebas Zona Merah Covid-19, Khofifah Apresiasi Seluruh Lapisan Masyarakat

Mulyanto menilai kehadiran vaksin Merah Putih memiliki nilai strategis.

Kehadirannya bukan hanya dapat membantu negara menanggulangi pandemi Covid-19 tapi juga sebagai bukti kemajuan dunia riset biomolekular di Indonesia. 

Dengan demikian kedudukan peneliti Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata oleh bangsa lain. 

"Secara ekonomi kehadiran vaksin Merah Putih bisa mereduksi impor vaksin, bahkan dapat diekspor. Karena itu Pemerintah perlu menjamin proses produksi vaksin dalam negeri tidak mendapat gangguan dari pihak manapun," pungkasnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas