Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kasus Asabri

Eks Komisaris Hingga Direktur Perusahaan Sekuritas Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Asabri

Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer menyatakan saksi yang diperiksa berasal eks pejabat Asabri hingga direktur perusahaan sekuritas.

Eks Komisaris Hingga Direktur Perusahaan Sekuritas Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Asabri
ist
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kejaksaan Agung memeriksa 11 orang saksi yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri pada Senin (13/9/2021).

Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer menyatakan saksi yang diperiksa berasal eks pejabat Asabri hingga direktur perusahaan sekuritas.

"Saksi-saksi yang diperiksa antara lain DPH selaku mantan komisaris PT Asabri tahun 2014-2019," kata Leo dalam keterangannya, Senin (13/9/2021).

Selain DPH, Kejagung juga memeriksa TA selaku Fund Manager PT. Asia Raya Kapital, AAM selaku Direktur PT. Asanusa Asset Management, dan MZ selaku Direktur Operasional PT. Sucor Sekuritas.

Baca juga: Dalami Pengelolaan Dana Investasi, Empat Eks Komisaris Asabri Diperiksa Kejagung

Selanjutnya, TAW selaku Direktur Utama PT. Asia Raya Kapital, WW selaku Direktur Pemasaran PT. Asia Raya Kapital, dan JW selaku Direktur PT. NH Korindo Sekuritas Indonesia.

Lalu, LVH selaku Mantan Komisaris Utama PT. Sinergi Millenium Sekuritas, MM selaku pihak swasta, dan IA selaku Direktur BCA Sekuritas.

Terakhir adalah SG selaku Sales Marketing PT. Yuanta Sekuritas Indonesia. Mayoritas saksi diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 Manajer Investasi (MI).

Baca juga: Kejaksaan Agung Periksa 10 Saksi Terkait Kasus Asabri

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi di PT. Asabri," tukasnya.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas