Humas Polda Papua Barat: Tidak Ada Penangkapan Ketua KNPB Sektor Kisor
Tiga orang yang diamankan tim gabungan TNI-Polri, hanya untuk dimintai keterangan terkait penyerangan Posramil Kisor, 2 September lalu.
Editor: Dewi Agustina
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNNEWS.COM, MANOKWARI - Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat membantah informasi yang menyebutkan bahwa aparat telah menangkap pimpinan KNPB Sektor Kisor, Silas Ki.
"Tidak benar. Tidak ada penangkapan Ketua KNPB Sektor Kisor," kata Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi, Minggu (12/9/2021).
Berdasarkan informasi dari Polres Sorong Selatan, menyebutkan ada tiga orang yang diamankan untuk dimintai keterangan.
"Hasil koordinasi dengan Kapolres Sorong Selatan, hingga pukul 23.52 WIT malam ini, tidak ada penangkapan Ketua KNPB Kisor, Silas Ki," ujarnya.
Ia menjelaskan, tiga orang yang diamankan tim gabungan TNI-Polri, hanya untuk dimintai keterangan terkait penyerangan Posramil Kisor, 2 September lalu.
"Bukan ditangkap tetapi diamankan untuk dimintai keterangan," katanya.
Sebelumnya, TribunPapuaBarat.com, mendapatkan informasi terkait adanya penangkapan pucuk pimpinan KNPB wilayah Kisor, Silas Ki, oleh aparat gabungan TNI-Polri, Minggu (12/9/2021).
Penangkapan pucuk pimpinan wilayah Kisor, di hutan dekat Kampung Kamundan, Kabupaten Maybrat, sekira pukul 12.00 WIT.
Selain Silas Ki, personel TNI-Polri pun menangkap Yohanes Yaam, seorang anggota KNPB wilayah Kisor.
Diberitakan sebelumnya, sekitar 50 orang tak dikenal menyerang Posramil Kisor di Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (2/9/2021) dini hari.
Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen I Nyoman Cantiasa menyatakan, para pelaku adalah Kelompok Separatis Teroris (KST) yang ingin mengacaukan situasi keamanan di Papua.
Baca juga: Otak Pelaku Pembantaian 4 Anggota TNI AD di Maybrat Papua Dikabarkan Tertangkap
Penyerangan yang dilakukan pukul 03.00 WIT itu mengakibatkan empat prajurit TNI gugur dan dua lainnya mengalami luka berat.
Empat anggota TNI yang gugur adalah Serda Amrosius, Praka Dirham, Pratu Zul Ansari, dan Lettu Chb Dirman.
Sementara dua personel yang mengalami luka berat, yaitu Sertu Juliano dan Pratu Ikbal.
5 anggota TNI lainnya selamat dalam penyerangan Pos Rayon Militer (Posramil) Kisor, Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat.
Mata-mata
Aparat Kepolisian mengungkapkan kronologis penyerangan yang dilakukan oleh gerilyawan KNPB di Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat hingga mengakibatkan 4 prajurit TNI meninggal dunia.
Kapolres Sorong Selatan AKBP Choiruddin Wachid mengatakan, MY, salah satu pentolan KNPB mengaku sebagai mata-mata sebelum aksi penyerangan dilakukan.
Awalnya pelaku berinisial MY (20) diperintahkan oleh pimpinannya untuk melakukan pemantauan di Posramil Kisor.
"MY (20), diperintahkan oleh pimpinannya untuk melakukan pemantauan di tempat tersebut," ucap Kapolres Sorong Selatan AKBP Choiruddin Wachid.
"Sampai di pos tersebut, memang tidak dalam kondisi kosong. Artinya memang tidak ada siaga," ucap Choiruddin, kepada sejumlah awak media, Minggu (5/9/2021).
Sebelum melakukan aksi membabibuta, gerilyawan KNPB terlebih dahulu telah membagi 4 kelompok.
"Mereka bagi menjadi 4 tim, ada yang pantau dari sisi belakang dan depan, sebagian langsung masuk ke dalam pos," ungkap Choiruddin.
Kamis (2/9/2021) sekira pukul 03.00 WIT, terdapat 13 orang termasuk MY langsung melakukan penyerangan.
Baca juga: Kodam XVIII Kasuari Imbau Pengungsi Distrik Aifat Maybrat Kembali Ke Rumah Masing-Masing
"Dalam pos itu ada tiga bilik. Si MY dan kedua rekannya ini mendapati tugas di bilik yang kedua," jelasnya.
Ia menuturkan, untuk kedua orang yang membantu MY hingga kini masih dalam proses penyelidikan.
"Kemudian MY keluar untuk melakukan pemantauan, setelah itu terjadilah pembacokan," tuturnya.
Atas tindakan tersebut, pelaku MY dikenakan Pasal 340 terkait pembunuhan berencana, subsider 338 junto 5556 ayat 1 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup.
Sebelumnya aparat TNI-Polri menyebut sudah mengantongi identitas 20 orang anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang diduga menjadi dalang penyerangan tersebut.
"Kita sudah kantongi identitas 20 orang separatis teroris," ujar Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireron kepada TribunPapuaBarat.com, Minggu (5/9/2021).
Hendra meminta semua pihak yang terlibat dalam penyerangan Posramil Kisor untuk segera menyerahkan diri.

"Kalau masih tetap sembunyi, sampai ke ujung dunia pun tetap kami cari," tegasnya.
Sembari melakukan pengejaran pada pelaku penyerangan, pihaknya meminta untuk masyarakat tidak takut.
"TNI dan Polri ada di pihak masyarakat, kami akan berikan jaminan keamanan itu," tegasnya.
Meski tetap bersembunyi tanpa menghindahkan perintah tersebut, aparat keamanan akan tetap memburu hidup atau mati.
"Kalau masih tetap sembunyi, sampai ke ujung dunia pun tetap kami cari," tegas Kapendam Kodamn VIII/Kasuari, Letkol Arm Hendra Pesireron, Minggu (5/9/2021).
Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Polisi sebut Silas Ki Pucuk Pimpinan KNPB Kisor Hingga Kini Belum Ditangkap