Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Prakiraan Cuaca

Apa Itu Gelombang Rossby Ekuatorial? Dapat Menyebabkan Potensi Pertumbuhan Awan Hujan

Penjelasan mengenai Gelombang Rossby Ekuatorial, fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan.

Apa Itu Gelombang Rossby Ekuatorial? Dapat Menyebabkan Potensi Pertumbuhan Awan Hujan
Dok Warga Pulau Messah, Jiliwus untuk POS-KUPANG.COM
Kapal milik warga yang tenggelam akibat gelombang tinggi di Pulau Messah Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar, Jumat (2/4/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini penjelasan mengenai apa itu Gelombang Rossby Ekuatorial.

Dikutip dari siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Selasa (14/9/2021), Gelombang Rossby Ekuatorial merupakan fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah aktif yang dilewatinya.

Sementara itu, melansir Oceanservice.noaa.gov, Gelombang Rossby Ekuatorial (Equatorial Rossby Waves) juga dikenal sebagai gelombang planet.

Gelombang Rossby secara alami terjadi pada fluida yang berputar dan memainkan peran penting dalam membentuk cuaca.

Baca juga: BMKG: Hujan Lebat, Gelombang Tinggi, dan Dampak Bencana Hidrometeorologi pada 13-20 September 2021

Baca juga: Apa Itu Gelombang Kelvin? Simak Pengertian, Pemicu, Jenis, dan Fase Terjadinya

Terbentuknya Gelombang Rossby

Dikutip dari Britannica.com, Gelombang Rossby terbentuk ketika udara kutub bergerak menuju Khatulistiwa sementara udara tropis bergerak ke arah kutub.

Karena perbedaan suhu antara khatulistiwa dan kutub, serta perbedaan jumlah radiasi matahari yang diterima, panas cenderung mengalir dari lintang rendah ke lintang tinggi.

Gelombang Rossby ini merupakan komponen dominan dari Sirkulasi ferrel.

Udara tropis membawa panas ke arah kutub, dan udara kutub menyerap panas saat bergerak menuju Khatulistiwa.

Keberadaan gelombang ini menjelaskan sel-sel bertekanan rendah (siklon) dan sel bertekanan tinggi (anticyclones) yang penting dalam menghasilkan cuaca lintang menengah dan atas.

Halaman
123
Penulis: Lanny Latifah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas