Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Covid-19 Pacu Percepatan Perubahan Dunia, Jokowi Minta Peran Serta dari Perguruan Tinggi

Jokowi menyebut pandemi Covid-19 memicu percepatan gelombang besar perubahan dunia, minta peran serta perguruan tinggi

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Covid-19 Pacu Percepatan Perubahan Dunia, Jokowi Minta Peran Serta dari Perguruan Tinggi
Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden
Jokowi menyebut pandemi Covid-19 memicu percepatan gelombang besar perubahan dunia, minta peran serta perguruan tinggi (Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden), Senin (13/9/2021) 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menyebut pandemi Covid-19 memicu percepatan gelombang besar perubahan dunia.

Sehingga, kata Jokowi, saat ini banyak ketidakpastian yang dirasakan seluruh elemen masyarakat.

Oleh sebab itu, peran pendidikan tinggi sangat penting dalam memfasilitasi para mahasiswa untuk memerdekakan belajarnya.

Bukan malah membebaninya dengan program-program studi di fakultas yang terlalu banyak.

Adapun YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (15/9/2021) menyiarkan sambutan Jokowi dalam pertemuan majelir rektor.

Baca juga: Materi Sekolah: Pengertian Pernapasan Manusia, Organ, Proses, dan Cara Memelihara Organ Pernapasan

Baca juga: Seorang Pria Todongkan Senjata Api Rakitan kepada Kepala Sekolah di Dompu, Kaca Ruang Kelas Dirusak

"Pandemi ini mempercepat perubahan dunia, sehingga yang terjadi itu ketidakpastian itu sangat tinggi sekali," terang Jokowi dalam pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia yang digelar pada Senin (13/9/2021) lalu.

Yakni dengan pendidikan tinggi harus meninggalkan pola-pola lama dan membebaskan mahasiswanya untuk mengembangkan talentanya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Oleh sebab itu pendidikan tinnggi harus memfasilitasi mahasiswanya untuk mengembangkan talentanya dan merubah pola pola lama yang sudah harus kita tinggal."

"Jangan mahasiswa itu dibebani dengan program-program studi di fakultas," kata Jokowi.

Mengingat, banyak mahasiswa yang mungkin merasa tidak sesuai dengan bidang studi, jurusan maupun fakultasnya.

Sehingga kesulitan untuk mengembangkan talentanya.

"Ini sebenarnya sudah saya sampaikan dari dulu, tapi akan saya ulangi terus (mohon universitas) fasilitasi mahasiswa sebesar besarnya untuk mengembangkan talentanya yang mungkin tidak sesuai dengan bidang studi, jurusan maupun fakultasnya," terang Jokowi.

Baca juga: Universitas Pancasila Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru

Jokowi menyebut bahkan ketidakcocokan itu kadang terasa pada saat kuliah, dan akhirnya mereka berkarir jauh dari bidang ilmu yang dipelajarinya.

Jokowi mencontohkan Budi Gunadi Sadikin, yang sbelumnya latar pendidikannya dulu tak sesuai dengan pekerjaannya saat ini.

"Seperti itu pak Budi Gunadi Sadikin, itu pas di ITB fakultasnya Teknik Fisika Nuklir, kemudian kerjanya di Bank, tapi nyatanya juga bisa melsat sampai menduduki tangga puncak utama direktur Bank Mandiri, melompat lagi jadi Menteri Kesehatan."

"Sehingga mneurut saya bakat bakat itu difasilitasi. Karena semua nantinya kan hibrid, karena tidak pastian global dan perubahan yang sangat cepatnya," terang Jokowi.

Menurut Jokowi, mahasiswa harus paham semuanya.

Seperti paham matematik, statistik, ilmu komputer, dan bahasa, bahkan mungkin sampai bahasa koding.

Bersinggungan dengan pekerjaan, Jokowi menyebut saat ini banyak pekerjaan pekerjaan yang hilang, meski begitu muncul banyak pekerjaan baru.

Inilah kecepatan yang tak bisa diduga, untuk itu Jokowi meminta seluruh masyarakat tak terkecuali para akademisi untuk dapat beradaptasi dengan hal ini. 

Pendidikan tinggi harus memberikan kebebasan untuk belajar.

"Perubahan ini akan lebih cepat karena pandemi. Solusinya bahwa seoarang mahasiswa itu tak perlu pindah prodi atau fakultas untuk mengejar yang tidak pas. tapi berilah kesempatan mahasiswa untuk mengambil kuliah sesuai talentanya," kata Jokowi.

Baca juga: Kemenag Minta Lembaga Pendidikan Jadi Pengawal Terdepan Pancasila

Yakni dengan memperbanyak mata kuliah pilihan baik di dalam kampus maupun di luar kampus.

"Ini kita berada di transisi perubahan besar dunia. Berikan mahasiswa kebebasan untuk belajar," pinta Jokowi.

(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas