Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kutip Slogan Kapolri, Mendagri: Tahapan Pemilu Harus Presisi

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menilai tahapan pemilihan umum (pemilu) 2024 harus berjalan 'presisi'.

Kutip Slogan Kapolri, Mendagri: Tahapan Pemilu Harus Presisi
Tribunnews.com/ Gita Irawan
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menilai tahapan pemilihan umum (pemilu) 2024 harus berjalan 'presisi'.

Tito mengutip kata 'presisi' yang dipopulerkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan di DPR.

"Saya ambil bahasa Pak Kapolri presisi. Jangan kita kemudian langsung berpikir gelondongan tahapannya, tapi berpikir presisi," kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Tito menyoroti usulan masa kampanye pada Pemilu 2024 yang terlalu panjang.

Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengusulkan kampanye digelar selama tujuh bulan.

Sementara itu, Tito mengusulkan agar pelaksanaan kampanye tetap 120 hari atau empat bulan.

Hal ini sesuai dengan rapat konsinyering dengan Komisi II, KPU, serta pihak terkait.

Baca juga: KPU Anggarkan Rp 86 Triliun untuk Gelar Pemilu 2024, Mendagri: Terlalu Tinggi

Menurut Tito, masa kampanye harus dipersingkat untuk mencegah konflik dan polarisasi di masyarakat akibat perbedaan pandangan politik.

Selain itu, biaya yang dikeluarkan untuk kampanye bisa ditekan.

Tito menilai dana kampanye bisa dialihkan untuk keperluan lain.

Terlebih, Indonesia sedang memulihkan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19.

"Dengan diperpendek biaya bisa lebih kecil. Apalagi sekarang pengalaman Pilkada (2019) itu tidak menggunakan kampanye, rame-rame, hura-hura. Kenyataannya kita bisa melaksanakan dengan daring dengan jumlah terbatas, pembagian masker," ucap Mantan Kapolri itu.

Tito meminta KPU tak khawatir dengan waktu yang relatif singkat.

Baca juga: Isi Lengkap Instruksi Mendagri Tentang Syarat Baru Perjalanan dengan Moda Transportasi

Dia meyakini penyelenggaraan pemilu yang lebih singkat akan mencegah risiko-risiko yang berpotensi terjadi di tengah masyarakat.

"Risiko diperpanjang lebih mahal, potensi konflik lebih tinggi, masyarakat terbelahnya panjang. Nah, kalau bisa kita dipersingkat tanpa mengurangi kualitas, why not?" ujarnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas