Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Soroti Sikap Polisi Reaktif Terhadap Aspirasi, Pengamat: Telegram Kapolri Harus Sampai ke Bawahan

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra, menyoroti tindakan Polri yang selalu bersikap reaktif terhadap aspirasi

Soroti Sikap Polisi Reaktif Terhadap Aspirasi, Pengamat: Telegram Kapolri Harus Sampai ke Bawahan
AFP/Bay Ismoyo
Ilustrasi polisi | Polisi berjaga di sekitar stadion saat berlangsungnya acara pembukaan sekaligus laga pembuka BRI Liga 1 2021-2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (27/8/2021) malam. Setelah terhenti selama 1,5 tahun akibat pandemi Covid-19, kompetisi Liga 1 kembali digulirkan dengan protokol kesehatan yang ketat. Laga pembuka mempertemukan Bali United kontra Persik Kediri dengan hasil akhir 1-0 untuk keunggulan Bali United. AFP/Bay Ismoyo 

TRIBUNNEWS.COM - Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra, menyoroti tindakan Polri yang belakangan ini selalu bersikap reaktif terhadap adanya aspirasi dari masyarakat.

Azyumar mengakui pernyataan resmi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, patut diapresiasi dan dihargai.

Namun, Azyumar menyayangkan jika telegram Kapolri yang melarang polisi bertindak reaktif hanya beredar di pimpinan Polri saja.

"Jadi saya kira paling tidak pernyataan resminya sudah keluar, dari Presiden udah keluar, dari Kapolri juga ada telegram."

Baca juga: Tegur Kapolri dan Undang Peternak Ayam ke Istana, Jokowi Dinilai Tidak Antikritik

"Itu saya kira mengapresiasi itulah, kita hargai. Jadi saya menekankan jangan itu cuma beredar di pimpinan Polri saja ya," kata Azyumar dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Jumat (17/9/2021).

Untuk itu Azyumar meminta agar telegram Kapolri ini harusnya juga diterapkan oleh para polisi yang ada, termasul di lapangan.

Agar, para bawahan Kapolri bisa menyadari untuk tidak bersikap reaktif.

"Ya harus ke bawah. Yang ada di lapangan itu, yang ada di jalan raya, di mana saja lah. Polisi kan ada di mana-mana."

Baca juga: Jokowi Tegur Kapolri soal Kritik dari Masyarakat: Jangan Terlalu Berlebihan, Akui Sudah Biasa Dihina

"Mereka itu ya harus diberikan penyadaran. Mereka kalau melihat mural langsung nyuruh dicat, biarkan saja," imbuhnya.

Selain itu, Azyumar juga ingin Presiden lebih tegas untuk meminta Kapolri agar bisa 'menertibkan' polisi bawahannya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas