Tribun

Gugatan Ditolak PN Jaksel, PT PG Tetap Harus Bayar Ganti Rugi Akibat Karhutla Rp 238,6 Miliar

PT PG harus membayar ganti rugi materiil dan biaya pemulihan lingkungan hidup sebesar Rp 238,6 miliar.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Hendra Gunawan
Gugatan Ditolak PN Jaksel, PT PG Tetap Harus Bayar Ganti Rugi Akibat Karhutla Rp 238,6 Miliar
Foto: BPBD Kabupaten Dairi
Ilustrasi 

Lebih lanjut, Rasio Ridho Sani mengungkapkan bahwa karhutla merupakan kejahatan yang serius karena berdampak langsung kepada kesehatan masyarakat, ekonomi, kerusakan ekosistem serta berdampak pada wilayah yang luas dalam waktu yang lama.

Baca juga: Cegah Karhutla, Sekat Kanal Dibangun di Desa Siju Sumatera Selatan

Menurutnya, tidak ada pilihan lain, pelaku harus ditindak sekeras-kerasnya agar jera.

Direktur Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup, Jasmin Ragil Utomo menerangkan, KLHK saat ini telah mempersiapkan proses pelaksanaan eksekusi tas perusahaan-perusahaan pembakar hutan dan lahan.

Terdapat kurang lebih 20 perusahaan terkait kebakaran hutan dan lahan yang digugat KLHK. Sebanyak 10 perkara sudah berkekuatan hukum tetap.

Menurut Ragil, jumlah perkara karhutla yang akan digugat akan terus bertambah.

KLHK menggugat PT PG atas kebakaran yang terjadi di dalam konsesi PT PG seluas 600 ha di Desa Harapan Baru, Kecamatan Pesaguan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, 23 September 2019.

PT PG telah dipanggil secara patut namun tidak hadir dalam proses persidangan.

Tanggal 28 Juli 2020, PN Jakarta menjatuhkan putusan verstek. Tidak terima dengan itu, PT PG mengajukan gugatan perlawanan (verzet).

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas