Tribun

Diperkarakan Terkait Kasus Senpi Ilegal, Kivlan Zen: Ini Dendam Politik Wiranto

Kivlan Zen menyebut kasus kepemilikan senjata api dan amunisi ilegal yang menyeretnya ke pengadilan karena adanya dendam politik.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hasanudin Aco
Diperkarakan Terkait Kasus Senpi Ilegal, Kivlan Zen: Ini Dendam Politik Wiranto
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Kivlan Zen di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (24/9/2021). 

"Kepada Wiranto ya saya maafkan saja dia. Kalau dia bersalah ya karena mereka tidak tahu pada saya, maksudnya nggak tahu bahwa saya sudah berbuat yang baik, nggak ada kaitannya (dengan kasus ini)," jelas dia.

Adapun dalam putusannya, hakim menyatakan mantan Kepala Staf Kostrad itu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta, menerima, menguasai dan menyimpan senjata api dan amunisi. Kivlan Zen divonis penjara 4 bulan 15 hari atas perbuatannya.

Hakim menyatakan Kivlan Zen terbukti membeli senjata api dan amunisi secara ilegal seharga Rp145 juta.

Senjata dan amunisi dibeli lewat Helmi Kurniawan (Iwan), Tajudin (Udin), Azwarmi, Irfansyah (Irfan) pada Mei 2018 sampai Juni 2019.

Kivlan Zen dinyatakan bersalah melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo pasal 56 ayat (1) KUHP.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 4 bulan dan 15 hari," kata hakim membaca amar putusan.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas