Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Peneliti Ungkap Kronologi Kapal HYDZ10 dan Kapal Tiongkok Lainnya Masuk ke Laut Natuna Utara

Imam mengatakan intrusi kapal Tiongkok ke Laut Natuna Utara sebenarnya sudah terjadi beberapa bulan sebelum September ini.

Peneliti Ungkap Kronologi Kapal HYDZ10 dan Kapal Tiongkok Lainnya Masuk ke Laut Natuna Utara
Instagram/infokomando.official
Sebuah video aktivitas kapal perang China di Perairan Natuna, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu yang direkam oleh nelayan Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) Imam Prakoso mengungkapkan kronologi kapal-kapal Tiongkok termasuk kapal survei Tiongkok Hai Yang Di Zhi 10 (HYDZ10) menerobos Laut Natuna Utara di antara klaim 9 garis putus Tiongkok (9 dash line) dan di dalam garis ZEE klaim Indonesia.

Imam mengatakan intrusi kapal Tiongkok ke Laut Natuna Utara sebenarnya sudah terjadi beberapa bulan sebelum September ini.

Ia menjelaskan berdasarkan data kapal di Laut Natuna pada tanggal 1 Juli terjadi aktifitas dari sebuah drilling rig bernama Clyde Bodreaux yang memiliki kontrak kerja dengan Indonesia.

Kapal tersebut memulai pengeboran di Blok Tuna di Laut Natuna pada 1 Juli 2021.

Imam mengatakan pada 1 Juli 2021 Blok Tuna mulai dieksploitasi oleh beberapa kontrak kerja perusahaan-perusahaan minyak di mana leadernya adalah Premier Oil.

Baca juga: Kapal Tiongkok Terindikasi Melakukan Penelitian di Laut Natuna Utara Sejak Akhir Agustus 2021

Sekira dua hari setelah aktifitas itu dimulai, kata Imam, kapal coast guard 5202 Tiongkok mulai masuk Laut Natuna Utara untuk mengintimidasi Clyde Bodreaux.

Kehadiran coast guard 5202 Tiongkok, kata dia, kemudian direspons oleh kapal kapal KN Tanjung Datu Bakamla dan oleh KRI John Lie TNI AL untuk mengawal aset drilling rig tersebut di Blok Tuna.

Kedua kapal Indonesia tersebut, kata dia, membayang-bayangi gangguan dari coast guard China 5202.

KRI John Lie, kata dia, terdeteksi berada di sana sekira kurang lebih hampir satu bulan sebelum kapal tersebut meninggalkan Laut Natuna Utara pada 5 Agustus.

Baca juga: KSAL Tegaskan Tidak Ada Ribuan Kapal Asing di Laut Natuna Utara

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas