Tribun

Nadiem Makarim Ingin Industri Berlomba Dapatkan Matching Fund

Program yang menjadi bagian dari Merdeka Belajar Vokasi ini masuk dalam fokus pendanaan yang disebut dana padanan (matching fund).

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Nadiem Makarim Ingin Industri Berlomba Dapatkan Matching Fund
Tangkap Layar Youtube KEMENDIKBUD RI
Mendikbudristek Nadiem Makarim 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program SMK-D2 Jalur Cepat yang berbasis kerja sama dengan dunia kerja menjadi salah satu program yang dirancang untuk mengatasi sejumlah tantangan dalam pendidikan vokasi.

Program yang menjadi bagian dari "Merdeka Belajar Vokasi" ini masuk dalam fokus pendanaan yang disebut dana padanan (matching fund).

Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan industri dapat memanfaatkan dana tersebut untuk mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan.

"Kita ingin semua berlomba mendapat matching fund. Industri banyak yang belum tahu tentang dana ini," kata Nadiem melalui keterangan tertulis, Jumat (8/10/2021).

Baca juga: Nadiem Makarim: Pemerintah Serius Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer

Nadiem menjelaskan industri yang berinvestasi dalam peningkatan kualitas sumber daya lulusan SMK melalui program D2 jalur bisa cepat mendapat dana padanan sesuai dengan nilai investasi yang dikeluarkan.

"Misalnya industri berinvestasi untuk membeli mesin, mendatangkan fasilitator full-time untuk melatih siswa dalam program ini, bisa mengajukan dana ini,” tutur Nadiem.

Dirinya juga mengingatkan bahwa setiap industri bisa menjadi universitas bagi mahasiswa.

Dalam program Kampus Merdeka, kata Nadiem, mahasiswa tidak lagi hanya belajar di dalam kelas dan di program studi yang sama sampai lulus.

Ada waktu satu semester sampai satu tahun bagi mahasiswa untuk belajar langsung di industri, dan itu bisa dibiayai pemerintah.

"Industri di Bali, nih, misalnya, ingin mengambil 100 anak untuk ikut program Kampus Merdeka di perusahaannya, bisa dari PNB atau dari universitas lain," jelas Nadiem.

"Nanti biaya transportasi anak tersebut akan dibayar pemerintah, fasilitatornya juga. Tapi anak yang telah dilatih tersebut, bisa langsung direkrut oleh industri," tambah Nadiem.

Menurutnya, pemangku kepentingan vokasi bisa ikut mempromosikan SMK-D2 kepada industri.

Melalui kerja sama yang melibatkan industri dalam pendidikan, termasuk kurikulumnya, bisa mempermudah penyerapan tenaga kerja lulusan vokasi.

"Itu cara untuk menjamin perusahaan untuk peduli. Kita peduli kelulusan kita diserap industri," pungkas Nadiem.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas