Tribun

Pemilu 2024

Kurang Realistis, Target Partai Buruh Menang 10 Pilkada dan Peroleh 20 Kursi Legislatif

Iqbal menambahkan, bila lolos dalam verifikasi KPU, Partai Buruh dapat meraih 15-20 kursi di DPR serta menang di 5-10 kabupaten kota dalam pemilihan

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Kurang Realistis, Target Partai Buruh Menang 10 Pilkada dan Peroleh 20 Kursi Legislatif
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Direktur Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo saat diskusi bertajuk 'Menakar Situasi Polhukam Mejelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Buruh kini mempersiapkan partainya untuk ikut dalam Pemilu 2024

Presiden Partai Buruh Said Iqbal menargetkan dapat lolos parliamentary threshold (PT).

Iqbal menambahkan, bila lolos dalam verifikasi KPU, Partai Buruh dapat meraih 15-20 kursi di DPR serta menang di 5-10 kabupaten kota dalam pemilihan kepala daerah.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute Karyono Wibowo menilai, sebagai pendatang baru dalam kontestasi elektoral, target yang ingin dicapai oleh Partai Buruh kurang realistis.

"Target 20 kursi di DPR yang dipatok Partai Buruh terlalu overconfident, kurang realistis," kata Karyono saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (9/10/2021).

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. (Tribunnews.com, Reynas Abdila)

Meskipun menurut Presiden Partai Buruh Said Iqbal partai ini sudah memiliki kepengurusan di 34 provinsi, 409 kabupaten/kota yang secara rata-rata memiliki kepengurusan di 80 persen kabupaten/kota dalam satu provinsi, lebih tinggi dari yang disyaratkan yakni 75 persen kabupaten/kota dalam satu provinsi. 

Baca juga: Said Iqbal Targetkan Kader-kader Partai Buruh Bisa Menjabat Sebagai Bupati Maupun Wali Kota

Tapi, menurut Karyono, itu tidak menjamin memenuhi target perolehan suara. 

Ia menyebut, jika seluruh struktur partai masih perlu bekerja keras dan menyusun program dan strategi yang efektif. 

"Jika hanya mengandalkan basis buruh, tentu sulit untuk mencapai target perolehan suara 20 kursi di DPR RI, kecuali dapat mengambil ceruk pemilih di luar kalangan buruh," ucap Karyono.

Pasalnya tidak semua buruh akan memilih partai buruh.

Sebelum partai buruh pimpinan Said Iqbal didirikan, kalangan buruh sudah memiliki preferensi pilihan ke sejumlah partai politik. 

Apalagi, hampir semua partai juga memiliki departemen atau divisi penggalangan kaum buruh.

Terlebih, berkaca pada nasib partai buruh sepanjang pemilu di Indonesia, juga menyedihkan jika dilihat dari perolehan suaranya.

"Sangat memprihatinkan nasib partai yang memperjuangkan kelas proletar ini," kata Karyono.

"Disinilah tantangannya. Karenanya diperlukan konsolidasi total dan penyusunan program, strategi dan platform perjuangan partai  buruh untuk menjawab tantangan ke depan," jelasnya.
 

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas