Tribun

Partai Buruh

Guru Besar Tata Negara Ungkap PR Partai Buruh Agar Jadi Alternatif Pilihan dan Punya Daya Tarik

Guru Besar Hukum Tata Negara sekaligus pengamat politik Universitas Parahyangan Bandung, Asep Warlan Yusuf menilai berdirinya Partai Buruh.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Wahyu Aji
Guru Besar Tata Negara Ungkap PR Partai Buruh Agar Jadi Alternatif Pilihan dan Punya Daya Tarik
Tribunnews.com/Reza Deni
Kongres Partai Buruh yang digelar secara virtual, Selasa (5/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru Besar Hukum Tata Negara sekaligus pengamat politik Universitas Parahyangan Bandung, Asep Warlan Yusuf menilai berdirinya Partai Buruh perlu disambut gembira.

Hal itu karena menurutnya berdasarkan Undang-Undang tentang Partai Politik berserikat, berkumpul, termasuk dalam kaitannya dengan pembentukan partai merupakan hak warga negara. 

Selain itu, berdirinya Partai Buruh juga merupakan bentuk kepedulian warga terhadap ketatanegaraan dan pemerintahan.

Menurutnya berdirinya Partai Buruh baik dari kaca mata pendidikan politik. 

Namun demikian, kata dia, Partai Buruh tidak hanya cukup dibentuk, didaftarkan, tetapi juga harus berfungsi, berjalan, dan memberi manfaat. 

Oleh karena itu, kata dia, ketika sudah berfungsi banyak persyaratan yang harus dipenuhi.

Dengan demikian, kata dia, setiap partai politik yang baru harus disiapkan berbagai instrumennya baik umber daya manusia, tokoh, anggaran, penyebarluasan sekretariat, serta metode untuk meraih suara.

Hal tersebut disampaikannya dalam diskusi di Radio Elshinta Bandung bertajuk Partai Buruh Di Kancah Nasional di akun Instagram, @elshintabandung89.3fm, pada Minggu (10/10/2021).

Baca juga: Partai Buruh Targetkan 20 Kursi DPR di Pemilu 2024, Pengamat: Bukan Perkara Mudah Bagi Parpol Baru

"Hemat saya tugas PR utama dari Partai Buruh adalah bagaimana dia disosialisasikan, bagaimana dia punya nilai daya tarik, agar publik juga bisa mempunyai pilihan, atau alternatif pilihan untuk menjadikan siapa akan menjadi parlemen, siapa akan menjadi presiden, siapa menjadi kepala daerah," kata Asep.

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas