Tribun

Dugaan Pencabulan Anak di Luwu Timur

Polisi Butuh Alat Bukti Baru untuk Usut Kasus Dugaan Rudapaksa 3 Anak di Luwu Timur

Polri masih menunggu temuan bukti baru dalam kasus dugaan rudapaksa terhadap 3 anak di Luwu Timur agar bisa dilakukan penyelidikan kembali.

Penulis: Fandi Permana
Editor: Adi Suhendi
Polisi Butuh Alat Bukti Baru untuk Usut Kasus Dugaan Rudapaksa 3 Anak di Luwu Timur
Rizki Sandi Saputra
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri masih menunggu temuan bukti baru dalam kasus dugaan rudapaksa terhadap 3 anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, agar bisa dilakukan penyelidikan kembali.

Kasus yang dilaporkan RS pada 2019 silam menyita perhatian publik karena Polres Luwu Timur menerbitkan surat perintah penghentian penyelidikan atau SP3 karena tak ditemukan cukup bukti.

"Pada prinsipnya apabila terdapat alat bukti baru tentunya Polri, penyidik akan melakukan penyelidikan kembali terhadap kasus ini tentunya secara profesional, transparan, dan akuntabel," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono kepada wartawan, Minggu (10/10/2021).

Rusdi mengatakan siapapun yang memiliki bukti baru terkait kasus ini agar segera menyerahkannya kepada polisi.

Hal itu bertujuan agar bukti baru tersebut segera diteliti dan didalami lebih lanjut penyidik.

Baca juga: Jadi Sorotan Istana, Kapolres Jemput Bukti Baru dari Pelapor Dugaan Rudapaksa 3 Anak di Luwu Timur

"Jadi bagi siapapun yang memiliki alat bukti baru bisa diserahkan kepada pihak Polri. Nanti penyidik akan mendalami daripada alat bukti baru tersebut," ujar Rusdi.

Untuk mengusut kasus tersebut, Mabes Polri telah membentuk tim asistensi dari Biro Pengawas Penyidik (Wassidik).

Tim diturunkan untuk melakukan upaya jemput bola terkait informasi temuan bukti baru agar kasus yang terhenti 2 tahun ini bisa dimulai lagi penyelidikannya.

Kendati demikian, Rusdi mengatakan penyelidikan kasus ini tetap dilakukan oleh Polda Sulawesi Selatan dan Polres Luwu Timur.

Baca juga: Menteri PPPA Tidak Toleransi Kejahatan Seksual Pada Anak, Kasus di Luwu Timur Didalami

Tim asistensi itu berfokus pada tugas audit terhadap langkah-langkah kepolisian yang telah dilakukan penyidik dalam menangani kasus ini.

"Tim asistensi ini berfokus pada audit terhadap langkah-langkah yang telah diambil. Selain itu untuk mengarahkan, membantu penyidik bagaimana melakukan langkah-langlah penyelidikan yang disesuaikan sengan aturan-aturan yang berlaku. Sehingga langkah-langkah penyidik dalam melakukan penyelidikan itu dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya.

Baca juga: Pelapor Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Luwu Timur akan Serahkan Bukti Baru Selasa Depan

Sebagai informasi, kasus dugaan rudapaksa yang dialami tiga orang anak berusia di bawah 10 tahun di Luwu Timur pada 2019 kembali mencuat.

Diketahui, laporan itu dibuat ibu kandung ketiga anak dan terduga pelaku tak lain adalah ayah kandung mereka sendiri.

Polres Luwu Timur sebelumnya telah menghentikan penyelidikan kasus ini karena menganggap kurangnya bukti.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas