Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cegah Kepunahan, Balai Bahasa Sumatera Selatan Revitalisasi Sastra Komering

Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan melakukan pelestarian bahasa dan sastra Komering.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan melakukan pelestarian bahasa dan sastra Komering.

Kepala Balai Bahasa Sumatera Selatan Umar Solikhan mengatakan langkah ini bertujuan melestarikan bahasa dan Sastra Komering yang dinilai terancam punah.

"Kepunahan bahasa daerah merupakan fenomena yang perlu dicermati dan disikapi secara serius dan bijaksana. Tidak hanya bahasa-bahasa daerah lainnya di Indonesia, Bahasa Komering juga dikhawatirkan akan mengalami kepunahan," ujar Umar dalam keterangan tertulis, Senin (11/10/2021).

Saat ini, kata Umar kalaupun tidak mengarah pada kepunahan, Bahasa Komering sudah mengalami proses perubahan.

Perubahan tersebut dapat dilihat pada pengurangan kosa kata, kosa kata klasik misalnya telah telah tergantikan oleh kosa kata baru.

Kosa kata Bahasa Melayu Palembang diubah menjadi kosa kata Bahasa Komering dan bahkan hilang sama sekali.

Baca juga: Kantor Bahasa Gorontalo Lakukan Pembinaan Literasi untuk Penulis Muda

Rekomendasi Untuk Anda

"Dalam dasawarsa terakhir ini sudah banyak ditinggalkan bahkan banyak masyarakat komering sendiri tidak lagi menggunakan Bahasa Komering dalam kehidupan sehari-harinya," ungkap Umar.

Umar mengungkapkan penyebab permasalahan ini adalah faktor dari perkawinan antar etnik.

Para generasi muda juga mengajarkan kepada anak-anaknya berbahasa Indonesia dengan alasan agar saat merantau sudah memahami bahasa Indonesia.

Baca juga: Jago Bahasa Korea? Daftar Lowongan Kerja Penerjemah Bahasa Korea di KemenPANRB, Ini Persyaratannya

Selain itu, karena kurangnya penghargaan dan intensitas pemakaian bahasa daerah.

Menurut Umar, salah satu sastra daerah yang ada di Sumatera Selatan adalah sastra lisan Komering, yaitu sastra yan dimiliki oleh masyarakat penutur bahasa Komering.

Secara geografis, masyarakat Komering adalah masyarakat yang bertempat tinggal di daerah Komering, yaitu sebagian daerah Ogan Komering Ulu dan sebagian daerah Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan.

"Sastra Komering itu adalah puisi. Puisi pun bermacam-macam seperti pribahasa, pantun dan mantra," kata Umar.

Pada tahap ini, kegiatan penjaringan data bahasa Komering dilakukan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), tepatnya di Kecamatan Gumawang, Belitang.

Data yang dijaring adalah sastra lisan yang dituturkan oleh sejumlah informan dengan menggunakan bahasa Komering. Sastra lisan yang diperoleh adalah bubatok, bumiyah, rogoh tanoh dan sebagainya.

"Sastra lisan yang diperoleh akan diolah secara leksikografis dan dipakai sebagai korpus bahasa Komering yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penyusunan Kamus Bahasa Komering," ujar Umar.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas