Tribun

Profil Tokoh

Sosok Heldy Djafar, Istri Terakhir Soekarno, Kisah Cinta Berawal dari Menjadi Anggota Paskibraka

Ini profil dan sosok Heldy Djafar, istri ke-9 atau istri terakhir Presiden ke-1 Soekarno, kisah cinta berawal dari jadi anggota paskibraka di Istana.

Penulis: Shella Latifa A
Editor: Miftah
Sosok Heldy Djafar, Istri Terakhir Soekarno, Kisah Cinta Berawal dari Menjadi Anggota Paskibraka
Kolase Tribunnews.com, Kompas 2011 via Intisari
Heldy dan Soekarno. 

Setelah tamat jenjang pendidikan SMP, Heldy berpindah ke Jakarta menyusul kakaknya bernama Yus untuk bersekolah.

Awal bertemu Heldy dengan Soekarno berawal ia dipilih menjadi anggota paskibraka 'Bhinneka Tunggal Ika'.

Kakaknya Yus dipercaya oleh protokol kepresidenan untuk menyiapkan barisan Bhineka Tunggal Ika ke Istana, dikutip dari pemberitaan Tribunnews.com tahun 2011 tentang buku berjudul Heldy Cinta Terakhir Bung Karno.

Baca juga: Profil Nyoman Adhi Suyadnyana, Anggota BPK yang Dipersoalkan Yusril hingga Surati Puan Maharani

Yus mencari remaja putri dan putra yang layak untuk menjadi bagian dari barisan itu.

Dipilihlah Heldy, adiknya, sebagai wakil dari Kalimantan.

Suatu hari pada tahun 1964, Istana sedang sibuk menyiapkan penyambutan tim Piala Thomas.

Untuk itu dibutuhkan barisan Bhineka Tunggal Ika, sebagai penerima tamu. Heldy dipilih untuk ikut serta. Ia mengenakan kebaya warna pink dengan kain lereng berselendang dan memakai sanggul.

Tibalah hari H. Heldy bersama remaja lainnya siap berdiri secara teratur di anak tangga Istana, berbaris rapi dekat pintu masuk.

Heldy dan Soekarno.
Heldy dan Soekarno. (Kolase Tribunnews.com, Kompas 2011 via Intisari)

Baca juga: Profil Yahya Cholil Staquf, Putra Pendiri NU dan PKB yang Disebut sebagai Calon Ketua Umum PBNU

Seperti biasa, Presiden Soekarno menaiki anak tangga Istana melalui barisan Bhineka Tunggal Ika yang sudah rapi berbaris dan berdiri di setiap anak tangga.

Bung Karno menaiki anak tangga satu persatu sambil melihat ke kanan dan ke kiri.

Tepat saat mendekati barisan di belakang Heldy, ia menyapa dengan caranya yang khas.

"Darimana asal kamu?" ucap Soekarno.

"Dari Kalimantan Pak," jawab Heldy.

"Oh... aku kira dari Sunda. Oh... ada orang Kalimantan cantik," balas Soekarno.

Itulah pertama percakapan Heldy dengan Bung Karno.

(Tribunnews.com/Shella Latifa/Achmad Subechi)(Tribun Kaltim/Cornel Dimas Satrio Kusbiananto)(Tribun Kaltara)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas