Tribun

Tanamkan Revolusi Mental, PGM Dorong Guru Madrasah Lebih Profesional

PGM melakukan berbagai terobosan untuk merubah pola pikir guru madrasah agar lebih produktif dan positif.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Dewi Agustina
Tanamkan Revolusi Mental, PGM Dorong Guru Madrasah Lebih Profesional
Tribun Jabar/Isep Heri
Ilustrasi guru madrasah: Sejumlah guru madrasah Tasikmalaya yang tergabung dalam Persatuan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kota Tasikmalaya saat beraudiensi di Gedung DPRD Kota Tasik, Jumat (12/1/2018). TRIBUN JABAR/ISEP HERI 

Di dalam nilai-nilai GNRM, kata Kang Has, nilai gotong royong yang menjadi warisan leluhur ini paling mudah diaplikasikan sebagai bentuk revolusi mental.

"Itu juga selalu kami aplikasikan di dalam berorganisasi. Kita sebagai keluarga, harus saling menolong satu sama lain. Sebagai contoh, ada rekan kami yang kesulitan secara finansial karena sakit, maka kita harus hadir untuk membantu meringankan beban saudara kita," tandasnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Didik Suhardi mengatakan, madrasah atau sekolah agama bisa menjadi sarana dalam melaksanakan revolusi mental.

Deputi Didik menjelaskan, pemerintah akan menggandeng Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk melaksanakan revolusi mental di madrasah. Menurutnya, PBNU telah memiliki banyak best practices model dalam pelaksanaan revolusi mental.

Hal itu disampaikan Didik saat menjadi pembicara kunci pada Workshop Pemimpin Agama Pelopor dsn Penggerak GNRM di Provinsi Sumsel, yang turud dihadiri oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, jajaran PBNU dan PWNU Sumsel, yang diselenggarakan oleh PBNU secara daring, Jumat (8/10/2021).

"Saya sangat setuju dengan apa yang dilakukan PBNU yaitu gerakan revolusi mental melalui madrasah," ujarnya.

Deputi Didik menerangkan, revolusi mental bertujuan untuk membangun karakter, serta menanamkan nilai-nilai etos kerja, gotong royong, dan integritas.

Baca juga: Kemenag Beri Bantuan 3,6 Juta Paket Data Internet untuk Madrasah hingga Mahasiwa PTKI

Untuk membangun karakter dan menanamkan nilai-nilai tersebut perlu dilakukan sejak dini.

Didik menyebut, madrasah merupakan tempat mendidik anak-anak sejak dini. Mulai dari pendidikan usia dini (PAUD) sampai pendidikan menengah anak diajarkan berinteraksi, bersosialisasi, berdiskusi, berintegritas, bergotong royong, dan bertoleransi.

Menurut Didik, revolusi mental sejak madrasah akan melahirkan generasi masa depan yang bedikari, berkepribadian luhur, memiliki produktivitas, kreativitas, dan kemampuan yang mumpuni menghadapi bonus demografi.

"Tentu ini akan terwujud dengan dukungan semua pihak. Ini menjadi suatu pertanda revolusi mental sudah menjadi bagian kita semua," ujarnya.

"Dan ini harapan besar dari pemerintah pada saat kabinet ini berakhir, hal-hal tonggak untuk mencapai Indonesia Emas 2045 bisa semua dicapai," pungkas Didik Suhardi.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas