Tribun

Virus Corona

Influencer Kabur dari Karantina Covid-19, Sahroni: Jangan karena Uang Kecil, Satu Negara Jadi Korban

Berkaitan dengan adanya pelanggaran tersebut, Wakil Ketua Komisi III asal Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni menyampaikan penyesalannya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Malvyandie Haryadi
Influencer Kabur dari Karantina Covid-19, Sahroni: Jangan karena Uang Kecil, Satu Negara Jadi Korban
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Ahmad Sahroni. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Publik tengah dihebohkan dengan isu seorang influencer yang berhasil kabur dari karantina Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara selepas kepergiannya dari Amerika Serikat.

Diduga ia hanya menjalani 3 dari 8 hari karantina yang semestinya. Selain itu, diketahui juga bahwa yang bersangkutan kabur dari karantina dengan dibantu oleh oknum TNI berinisial FS yang bekerja sama memanipulasi data agar Rachel bisa keluar dari Wisma Atlet.

Berkaitan dengan adanya pelanggaran tersebut, Wakil Ketua Komisi III asal Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni menyampaikan penyesalannya.

Dia menilai bahwa insiden ini adalah preseden buruk dan meminta agar Satgas Covid-19 bersama Kepolisian mengusut tuntas semua pihak yang terkait dalam kaburnya influencer tersebut.

“Ini jelas sebuah pelanggaran yang dapat membahayakan banyak orang, karena kan sudah ada standarnya sendiri kalau pulang dari luar negeri ya harus karantina. Kalau sampai kabur ya namanya mempermainkan aturan negara," kata Sahroni kepada wartawan, Jumat (15/10/2021).

Baca juga: Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina, Oknum TNI FS Mengaku Tidak Menerima Imbalan

"Apalagi kalau sampai ada aparat yang terlibat. Ini merupakan preseden buruk yang jangan sampai terjadi lagi. Karenanya polisi harus memberi sanksi tegas kepada semua pihak yang terkait agar kejadian yang sama tidak terjadi lagi di masa depan. Jangan sampi karena uang kecil satu negara jadi korban," imbuhnya.

Selain itu Sahroni menyoroti dugaan bahwa terduga tidak hanya melakukan pelanggaran lamanya waktu karantina, namun juga melakukan manipulasi tempat karantina.

Sahroni menilai, diperlukan kordinasi yang lebih baik antara seluruh institusi penanganan covid19 di tanah air demi menghindari terulangnya kejadian ini.

“Saya minta agar seluruh institusi berkordinasi dengan baik, jangan sampai kecolongan lagi. Dari mulai TNI, polisi, imigrasi, satgas covid, pokoknya semua pihak terkait harus bahu membahu menjalankan aturan tanpa pandang bulu,” pungkas Sahroni.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas