Tribun

Maulid Nabi Muhammad SAW

Sejarah Perayaan Maulid Nabi Pertama hingga jadi Tradisi dan Nilai Positif dari Perayaan Maulid Nabi

Berikut ini sejarah perayaan Maulid Nabi Muhammad pertama kali dan nilai positif dari perayaan Maulid Nabi; nilai spiritual hingga sosial.

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Daryono
Sejarah Perayaan Maulid Nabi Pertama hingga jadi Tradisi dan Nilai Positif dari Perayaan Maulid Nabi
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi perayaan Maulid Nabi dengan mengikuti lomba cerdas cermat sejarah Nabi Muhammad SAW. 

Ada berbagai versi sejarah tentang asal mula perayaan Maulid Nabi.

Namun, yang terpenting dari perayaan Maulid Nabi adalah tujuan serta manfaat yang diperoleh.

Mari mengenal lebih jauh tentang sejarah perayaan Maulid Nabi dan nilai yang bisa dipetik dari tradisi ini.

Selengkapnya, simak informasi berikut ini.

Baca juga: Pemerintah Geser Libur Maulid Nabi Jadi 20 Oktober 2021, ASN Dilarang Cuti & Bepergian ke Luar Kota

Perayaan Maulid Nabi Pertama Kali

Peringatan ini dilakukan pertama kali oleh Raja Irbil (sekarang Irak) bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri pada awal abad ke 7 Hijriyah.

Dalam kitab Tarikh, Ibn Katsir berkata:

"Sultan Muzhaffar mengadakan peringatan Maulid Nabi pada bulan Rabi'ul Awal. Dia merayakannya secara besar-besaran. Dia adalah seorang yang berani, pahlawan, alim dan seorang yang adil – semoga Allah merahmatinya."

Kemudian, Sibth (cucu) Ibn Al-Jauzi menjelaskan tentang peringatan tersebut Sultan Al-Muzhaffar mengundang seluruh rakyatnya dan seluruh ulama.

Ulama yang hadir adalah para ahli dalam bidang ilmu Fiqh, ulama Hadits, ulama dalam bidang ilmu kalam, ulama usul, para ahli tasawuf, dan lainnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas