Tribun

Maulid Nabi Muhammad SAW

Sejarah Perayaan Maulid Nabi Pertama hingga jadi Tradisi dan Nilai Positif dari Perayaan Maulid Nabi

Berikut ini sejarah perayaan Maulid Nabi Muhammad pertama kali dan nilai positif dari perayaan Maulid Nabi; nilai spiritual hingga sosial.

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Daryono
Sejarah Perayaan Maulid Nabi Pertama hingga jadi Tradisi dan Nilai Positif dari Perayaan Maulid Nabi
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi perayaan Maulid Nabi dengan mengikuti lomba cerdas cermat sejarah Nabi Muhammad SAW. 

Sultan Al-Muzhaffar telah melakukan berbagai persiapan sejak tiga hari sebelum peringatan Maulid Nabi.

Dia menghidangkan ribuan kambing dan unta kepada hadirin yang ikut memperingati Maulid Nabi.

Sebagian ulama saat itu membenarkan dan menyetujui tindakan oleh Sultan Al-Muzhaffar tersebut.

Mereka beranggapan Maulid Nabi baik untuk diperingati dengan cara bersedekah seperti itu.

Dalam kitab Wafayat Al-A`yan, Ibn Khallikan menceritakan Al-Imam Al-Hafizh Ibn Dihyah datang dari Maroko menuju Syam, kemudian ke Irak.

Ketika Al-Imam Al-Hafizh Ibn Dihyah melintasi daerah Irbil pada tahun 604 Hijriah, dia berpendapat Sultan Al-Muzhaffar sangat perhatian terhadap perayaan Maulid Nabi.

Kemudian, Al-Hafizh Ibn Dihyah menulis sebuah buku tentang Maulid Nabi berjudul “Al-Tanwir Fi Maulid Al-Basyir An-Nadzir”.

Buku tersebut dihadiahkan kepada Sultan Al-Muzhaffar.

Baca juga: 60 Link Twibbon Maulid Nabi Muhammad SAW 2021, Disertai Cara Membuat dan Membagikan ke Media Sosial

Tradisi Maulid Nabi Hingga Sekarang

Sejak peringatan Maulid Nabi pertama kali itu, tradisi Maulid Nabi dilakukan oleh sebagian umat Islam hingga sekarang.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas