Tribun

Polisi Geledah Ponsel Warga Saat Patroli, Pakar Hukum Pidana: Hukum Seolah-olah Ada di Tangannya

Agustinus menyebut tindakan itu memberikan kesan kalau aparat penegak hukum memiliki kewenangan besar dalam bertugas.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
Polisi Geledah Ponsel Warga Saat Patroli, Pakar Hukum Pidana: Hukum Seolah-olah Ada di Tangannya
Tribun Medan/IST
Aipda MP Ambarita, polisi yang ikut memeriksa ponsel salah seorang warga yang terkena razia patroli malam. 

Hal ini berkaca pada kejadian yang dilakukan oleh polisi artis Aipda Monang Parlindungan Ambarita yang viral karena memeriksa paksa ponsel warga saat bertugas melakukan penilangan.

"Jangan menggunakan kewenangan atau seakan-akan kewenangan penegak hukum itu tidak terbatas, seakan-akan penegak hukum boleh bisa melakukan apa saja berdasarkan kewenangannya," kata dia.

"Kewenangannya yang dimiliki harus dilaksanakan sesuai dengan standart sesuai dengan prosedur," sambungnya.

Atas hal itu dirinya meminta pimpinan Polri untuk dapat melakukan koreksi kepada anggotanya agar tidak lagi tercipta kesan diskriminatif yang dilakukan Polri kepada masyarakat.

"Ini saya kira suatu hal yang perlu jadi catatan untuk dikoreksi, kemudian juga ada kesan ini ada sikap diskriminatif karena perlakuan itu tampaknya kepada kelompok sosial tertentu," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran melakukan mutasi terhadap polisi artis Aipda Monang Parlindungan Ambarita dari jabatannya ke Humas Polda Metro Jaya.

Adapun mutasi ini berdasarkan surat telegram bernomor ST/458/X/KEP/2021 tertanggal 18 Oktober 2021 kemarin.

Surat itu ditandatangani Karo SDM Kapolda Metro Jaya Kombes Putra Narendra.

Ketika dikonfirmasi, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan membenarkan adanya telegram tersebut.

"Iya benar," kata Ramadhan saat dikonfirmasi, Selasa (19/10/2021).

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas