Tribun

Bursa Capres

PPP Lirik Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, dan Khofifah Jadi Capres 2024

(PPP) mempertimbangkan sejumlah kepala daerah menjadi calon presiden, termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
PPP Lirik Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, dan Khofifah Jadi Capres 2024
Kolase Foto
Anies Baswedan, Ganjar Pranowo hingga Ridwan Kamil. Tiga nama capres teratas di tahun 2024 menurut survei, ada Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, hingga Ridwan Kamil, PKS: Ketiganya Punya Keistimewaan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mempertimbangkan sejumlah kepala daerah menjadi calon presiden, termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Selain Anies Baswedan, para gubernur di pulau Jawa, yaitu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, juga menjadi incaran partai berlambang Ka'bah itu. 

Bahkan, para kepala daerah tersebut telah diundang dalam Munas Alim Ulama.

PPP ingin mendengar apa yang sudah mereka kerjakan di daerahnya. 

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/10/2021). 

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani.
Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani. (Chaerul Umam)

"Kemarin PPP waktu hari minggu dan hari Senin melakukan Munas Alim Ulama di Semarang. Ini Munas Alim ulama pertama di periode ini kami undang empat gubernur karena memang para kiai itu ingin tahu apa yang sudah dikerjakan oleh para gubernur yang ada di Jawa," kata Arsul. 

Baca juga: Relawan Dukung Anies Capres 2024, PPP: Kalau Suharso Tak Perlu Relawan Sudah Punya Partai

Arsul mengungkapkan, pada Munas Alim Ulama berikutnya tak menutup kemungkinan PPP mengundang para menteri yang berpotensi menjadi capres. 

"Nanti di Munas Alim Ulama berikutnya tidak tertutup kemungkinan yang kami undang ganti para menteri yang disebut sebut sebagai calon presiden," ucap Arsul. 

Lebih lanjut, Arsul menyatakan langkah tersebut diambil PPP sebagai bagian dari pendidikan politik 

Hal itu bertujuan agar seluruh pemangku kepentingan di PPP dilibatkan dalam proses pencalonan presiden. 

"Sehingga siapapun yang diusung itu tidak seperti kita membeli kucing dalam karung. Jajaran partai cuma disuruh aja karena diputuskan oleh Pak arsul dan kawan-kawan di pusat. Enggak mau seperti itu kita," pungkasnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas