Tribun

Bamsoet: Saya Tantang Pak Arsul Sani Tulis Buku Tentang Relasi Islam dan Haluan Negara

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo 'menantang' Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani menulis buku mengupas tentang relasi Islam dan haluan negara

Penulis: chaerul umam
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Bamsoet: Saya Tantang Pak Arsul Sani Tulis Buku Tentang Relasi Islam dan Haluan Negara
Tribunnews.com/Rina Ayu
Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani (kiri) dan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo 

Satu di antaranya mengulas Konstitusi Madinah, yang telah berhasil membangun integrasi dan kohesi sosial dalam kemajemukan masyarakat Madinah.

Sementara pada bagian ketiga, mengulas bagaimana negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim, antara lain Malaysia, Brunei, Iran, Arab Saudi, Turki, Maroko, Tunisia, dan Mesir, memaknai hubungan Islam dan pemerintahan/negara, serta dinamika politik Islam.

Bagian keempat buku 'Relasi Islam dan Negara' mengajak pembaca untuk lebih membumi, dengan menyelami lebih dalam lagi mengenai peran Islam dalam konsensus bernegara di Indonesia.

Pandangan Arsul Sani dalam memaknai hubungan Islam dengan Pancasila, NKRI, kebhinekaan, dan berbagai konsensus kebangsaan lainnya, mengantarkan pembaca pada kedewasaan dalam keberagamaan.

"Bermuara pada kesepahaman bahwa hubungan Islam dan negara bukanlah sebuah kontestasi untuk saling dibenturkan, melainkan sebuah sinergi yang saling menguatkan. Sejarah mencatat, hubungan antara Islam dan negara tidak selalu berjalan mulus, selalu ada dinamika seiring laju peradaban dan perkembangan zaman," ucap Bamsoet.

Dewan Pakar KAHMI ini menerangkan, pada bagian kelima buku ini secara khusus membahas artikulasi syariat Islam dalam produk legislasi.

Sejatinya, sebagai produk legislasi, syariat Islam telah menjadi bagian dari hukum nasional di Indonesia, misalnya tentang perkawinan, peradilan agama, zakat, haji, wakaf, hingga perbankan syariah.

"Hadirnya berbagai undang-undang tersebut adalah manifestasi tanggung jawab negara untuk memfasilitasi warga negara dalam menjalankan ibadah, dan bukan bentuk campur tangan negara terhadap kehidupan agama, apalagi dimaknai secara sempit sebagai keberpihakan negara pada Islam sebagai agama mayoritas," pungkas Bamsoet.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas