Tribun

DPP Persadha Nusantara Ajak Semua Pihak Sudahi Polemik Pernyataan Menag Yaqut Cholil

GPS panggilan akrab Pasek Suardika menilai teks dan konteks pernyataan itu berbeda dengan tafsir yang berkembang saat ini.

Editor: Hasanudin Aco
DPP Persadha Nusantara Ajak Semua Pihak Sudahi Polemik Pernyataan Menag Yaqut Cholil
Tribunnews/Irwan Rismawan
Ketua Umum DPP Persadha Nusantara, Gede Pasek Suardika,SH.,MH. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memperdebatkan dan saling menyalahkan, apalagi melakukan pembunuhan karakter pribadi yang mengarah justifikasi negatif atas jabatan seseorang karena motivasi yang dilakukan diinternal komunitasnya, bentuk ketidakdewasaan kita dalam berbangsa dan bernegara serta kegagalan kita dalam merealisasikan nilai-nilai Pancasila di masyarakat.

Hal itu detegaskan Dewan Pimpinan Pusat Pergerakan Sanathana Dharma Nusantara atau DPP Persadha  Nusantara, Rabu (27/10/2021) merespon perdebatan yang tidak berkesudahan terkait komentar Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, yang mengatakan Kementerian Agama hadiah untuk NU.

Ketua Umum DPP Persadha Nusantara, Gede Pasek Suardika,SH.,MH mengatakan setelah melihat dan mendengar langsung statement Gus Menteri, itu hal yang biasa karena tidak ada menghujat dan merugikan pribadi-pribadi atau kelompok masyarakat.

Baca juga: Ketua Ansor Jatim Ajak Semua Pihak Akhiri Polemik Pernyataan Gus Yaqut dan Bangun Wacana Positif

"Tidak ada memfitnah, tidak ada menjelek-jelekan orang lain atau kelompok tertentu, sehingga hanya buang-buang energi saja, dan merugikan masyarakat, bangsa dan negara apabila terus dilanjutkan," ujarnya.

Pasek juga menilai apa yang disampaikan Gus Menteri bisa dipahami sebagai sebuah motivasi internal kader-kader NU, motivasi di hari santri, agar para santri, agar para kader NU tambah semangat dan menjadi benteng pertama menjaga NKRI dan keberagaman yang ada yang selama ini.

GPS panggilan akrab Pasek Suardika menilai teks dan konteks pernyataan itu berbeda dengan tafsir yang berkembang saat ini.

"Saya melihat beliau sosok yang mengayomi semuanya kok. Bahkan sering pasang badan kepada umat minoritas," kata GPS.

Persadha Nusantara yang merupakan ormas pergerakan Hindu tingkat Nasional adalah bagian dari bangsa dan negara ini, tidak melihat Gus Menteri hanya fokus ngurusi NU saja.

"Kami merasakan sekali Gus Menteri ini milik semua agama, milik semua masyarakat Indonesia, kiprahnya selama ini memimpin Kementerian Agama, sangatlah demokrasi, sangat moderat, menghormati keberagaman yan ada, sehingga sangat naif menghujat dan menyudutkan, hanya karena sebuah motivasi yang dilakukan di internal komunitasnya," tambah Sekjen Persadha Nusantara D. Sures Kumar,S.Ag.,M.Si.

Persadha Nusantara meminta juga ke depan Menteri Agama bisa menghindari narasi yang bisa dipelintir menjadi kontraproduktif walau maksudnya tidak begitu.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas