Tribun

RJ Lino Tersangka Korupsi Pelindo II

Hari Ini Jaksa KPK Bacakan Tuntutan Eks Dirut Pelindo II RJ Lino

KPK akan membacakan surat tuntutan terhadap mantan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Richard Joost Lino atau RJ Lino.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Wahyu Aji
Hari Ini Jaksa KPK Bacakan Tuntutan Eks Dirut Pelindo II RJ Lino
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Mantan Dirut PT Pelindo II, RJ Lino dalam sidang perkara dugaan korupsi pengadaan 3 unit QCC, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (15/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan membacakan surat tuntutan terhadap mantan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Richard Joost Lino atau R.J Lino.

"Hari ini sesuai penetapan majelis hakim, agenda sidang dengan terdakwa R.J Lino adalah pembacaan surat tuntutan oleh tim jaksa KPK," kata Plt juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (11/11/2021).

RJ Lino merupakan terdakwa perkara dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quayside Container Crane (QCC) di PT Pelindo II tahun 2011.

Ali mengatakan, saat ini tim jaksa telah siap dengan surat tuntutannya.

"Surat tuntutan tentu disusun berdasarkan seluruh fakta-fakta hasil persidangan baik keterangan saksi-saksi, ahli maupun alat bukti lain yang dihadirkan tim jaksa KPK maupun pihak terdakwa," kata dia.

Diketahui, jaksa penuntut KPK mendakwa mantan Dirut PT Pelindo II Richard Joost Lino atau RJ Lino telah melakukan tindak pidana korupsi terkait pengadaan tiga unit QCC di PT Pelindo II.

Perbuatan RJ Lino itu menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi, yakni Wuxi Hua Dong Heavy Machinery Science and Technology Group Co. Ltd (HDHM) dan merugikan keuangan negara atau Pelindo II sebesar 1,99 juta dolar AS.

Baca juga: Kasus RJ Lino, Ahli Sebut Kebijakan Direksi BUMN yang Rugikan Negara Jadi Bagian Risiko Bisnis

Dalam surat dakwaan, jaksa menyatakan, tindak pidana korupsi itu dilakukan RJ Lino dengan cara mengintervensi proses pengadaan tiga unit QCC dengan menunjuk HDHM sebagai perusahaan pelaksana proyek.

Tindak pidana korupsi itu dilakukan RJ Lino bersama dengan Ferialdy Norlan selaku Diektur Operasi dan Teknik PT Pelindo II dan Chariman HDHM, Weng Yaogen.

Jaksa menyebut dalam pengadaan itu, PT Pelindo II harus membayar 15,16 juta dolar AS.

Padahal, harga wajar proyek tersebut sekitar 13,57 juta dolar AS.

Baca juga: Ahli Sebut yang Dilakukan RJ Lino Bentuk Diskresi Pimpinan Perusahaan

Dengan demikian terjadi kemahalan harga pembelian tiga unit Twinlift QCC dari HDHM sebesar 1.974.911,29 dolar AS.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas