Tribun

JoMan Minta Relawan Jokowi Waspadai Munculnya Gerakan Pro Menteri Bermasalah

Kelompok relawan militan Jokowi meminta kelompok relawan dan masyarakat mewaspadai munculnya gerakan relawan pro menteri bermasalah. 

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Wahyu Aji
zoom-in JoMan Minta Relawan Jokowi Waspadai Munculnya Gerakan Pro Menteri Bermasalah
Kompas TV
Ketua Umum Sukarelawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelompok relawan militan Jokowi meminta kelompok relawan dan masyarakat mewaspadai munculnya gerakan relawan pro menteri bermasalah. 

Gerakan itu dinilai manuver untuk memecah belah pendukung Jokowi

Ketua Jokowi Mania (JoMan) Imanuel Ebenezer menyatakan ancaman polarisasi jelas sebuah  desain politik. Harusnya ini diwaspadai oleh semua kelompok relawan.

"Kita ini semua, termasuk JoMan adalah penyokong presiden. Jadi tak perlu kita mendukung menteri yang bermasalah," kata Noel dalam keterangan yang diterima, Kamis (11/11/2021).

Noel pun meminta seluruh relawan untuk tetap bersatu.

Jangan ada lagi dukungan dukungan terhadap menteri yang tidak berpihak untuk kepentingan masyarakat. 

Menurut Noel, waktu pemerintahan Jokowi tinggal 3 tahun lagi. Tugas relawan adalah memastikan mengawal kebijakan Jokowi pro rakyat mengubah Indonesia menjadi lebih baik.

Baca juga: Relawan di Banjarmasin Deklarasi Dukung Sandiaga Maju Jadi Capres 2024

"Jadi menteri menteri yang kerjanya tidak baik, wajib dikritisi. Apalagi yang bermasalah dalam sejumlah kebijakannya yang hanya menguntungkan kelompok mereka," tegas Noel.

Aktivis 98 ini mengungkapkan tugas relawan adalah oposisi menteri atau watch dogs, mengkritisi kebijakan menteri yg tak melaksanakan arah perintah presiden. 

"Jadi kita bukan malah membela menteri untuk kepentingan instan. Kita relawan Jokowi bukan pro menteri," kata Noel.

Ia pun mendorong agar menteri bermasalah direshufle atau dicopot dari jabatannya.

"Menteri-menteri yang sedang bermasalah sedang memobilisir opini  negatif ke ralawan Jokowi," tutupnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas