Tribun

Pemilu 2024

PKB Jelaskan Alasan Minta KPU Pilih 21 Februari sebagai Hari Pencoblosan Pemilu 2024

Luqman Hakim menjelaskan alasannya meminta KPU menetapkan hari pencoblosan Pemilu 2024 pada 21 Februari ketimbang 15 Mei.

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
PKB Jelaskan Alasan Minta KPU Pilih 21 Februari sebagai Hari Pencoblosan Pemilu 2024
dok. DPR RI
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Luqman Hakim. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Komisi II Luqman Hakim menjelaskan alasannya meminta KPU menetapkan hari pencoblosan Pemilu 2024 pada 21 Februari ketimbang 15 Mei.

Luqman bicara bagaimana pentingnya untuk segera mengakhiri spekulasi soal perpanjangan masa jabatan Presiden hingga 2027.

"Ini keresahan publik mengenai adanya pihak tertentu di dalam kekuasaan yang ingin menggagalkan Pemilu 2024 demi memperpanjang masa jabatan pemerintahan hingga tahun 2027 mendatang," kata Luqman dalam keterangan yang diterima Tribunnews, Sabtu (13/11/2021).

Politisi PKB itu juga menilai sekarang sudah banyak tokoh-tokoh yang mulai berkampanye baik secara terbuka dan tertutup menjadi calon presiden.

"Bahkan sudah banyak baliho dipasang, banyak iklan di media massa yang sudah tayang, termasuk di layar-layar ATM Bank Himbara dan juga relawan-relawan pendukung tokoh yang ingin menjadi capres sudah bertumbuh bagai jamur di musim hujan," katanya.

Baca juga: Ketua Komisi II: Tak Sesederhana Itu Dorong KPU Segera Putuskan Waktu Pencoblosan Pemilu 2024

"Gairah dan semangat berdemokrasi banyak pihak itu bisa menjadi ironi menyedihkan karena ternyata pemilunya saja belum jelas kapan akan dilaksanakan," tambah Luqman.

Sementara secara teknis, Luqman berpandangan alasan pencoblosan digelar pada 21 Februari lantaran ada jeda yang cukup antara Pemilu dan Pilkada Serentak yang akan digelar pada November 2024.

"Sehingga antara tahapan pemilu dan pilkada tidak saling bertabrakan," tambahnya.

Pertimbangan penting lainnya, dikatakan Politisi PKB itu, agar pelaksanaan puncak kampanye Pemilu tidak berbarengan dengan bulan Ramadan.

Pasalnya, hal tersebut akan terjadi jika hari pencoblosan diputuskan pada 15 Mei.

"Dikhawatirkan kampanye pemilu dapat mengganggu umat Islam yang berkewajiban menjalankan ibadah puasa sebulan penuh," katanya.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas