Tribun

Penyuluh Sosial Dinilai Berperan Penting Dalam Pencegahan Stunting di Indonesia

Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada para menteri terkait dalam upaya menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada 2024.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Penyuluh Sosial Dinilai Berperan Penting Dalam Pencegahan Stunting di Indonesia
Tribun Batam/argianto Dihan Aji Nugroho
Sejumlah orangtua mengikuti pencanangan kelurahan bebas stunting di Kota Batam, Rabu (3/11). Sebanyak 28 Kelurahan dicanangkan menjadi kelurahan bebas stunting di Kota Batam oleh BKKBN Republik Indonesia guna menuju generasi emas pada tahun 2045. (Tribun Batam/Argianto Dihan Aji Nugroho) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada para menteri terkait dalam upaya menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada 2024.

Menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo tersebut, Menteri Sosial Tri Rismaharini melalui Pusat Penyuluhan Sosial (Puspensos) memberikan perhatian terhadap pencegahan dan penanganan masalah stunting dengan peran keluarga.

Anggota Komisi VIII DPR, Jefri Romdonny menilai pencegahan stunting dengan pendekatan keluarga sangat diperlukan.

"Dengan pendekatan melalui keluarga sebagai bagian dari masyarakat merupakan faktor yang sangat menentukan bagaimana kita berusaha melakukan pencegahan dan penanganan stunting di tengah masyarakat" kata Jefri melalui keterangan tertulis, Selasa (23/11/2021).

Hal tersebut diungkapkan Jefri dalam penyuluhan sosial prioritas yang mengusung tema "Pencegahan resiko dan dampak stunting bagi anak demi kesejahteraan sosial" di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Baca juga: Angka Stunting di Sulawesi Barat Tinggi, BKKBN Kerahkan Tim Pendamping Keluarga

Menurutnya, peran keluarga sangat penting mencegah stunting di setiap fase kehidupan, dimulai dari janin dalam kandungan, bayi, balita, remaja, menikah, hamil, dan seterusnya.

Penyuluhan sosial prioritas bertema
Penyuluhan sosial prioritas bertema "Pencegahan resiko dan dampak stunting bagi anak demi kesejahteraan sosial" di Majalengka, Jawa Barat. (dok. BP3S)

Sehingga mendukung upaya pemerintah dalam penanganan stunting di tanah air.

Sementara itu Kepala Pusat penyuluhan sosial, Wiwid Widiansyah menyampaikan jika upaya pencegahan stunting penting dilakukan pada sejak dini, yaitu masa anak dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun dan menjadikan peran keluarga sangat penting di fase ini.

Baca juga: Cegah Stunting, BKKBN Bakal Gandeng Kemenag untuk Periksa Kondisi Calon Pengantin

"Penyuluh sosial masyarakat (Pensosmas) bisa menjadi mediator antara masyarakat dan pemerintah terutama implementasi program-program dalam penanggulangan kemiskinan. Kalian juga bisa luruskan hoax yang ada dimasyarakat,” kata Wiwid.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas