Tribun

Virus Corona

Pandemi Corona Pengaruhi Kesehatan Mental, Terapi EFT Bisa Jadi Cara Mengatasinya

Pandemi Covid-19 yang belum juga sepenuhnya selesai, berdampak negatif pada kondisi kehidupan sosial serta mempengaruhi kesehatan jiwa dan raga masyar

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
Pandemi Corona Pengaruhi Kesehatan Mental, Terapi EFT Bisa Jadi Cara Mengatasinya
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang belum juga sepenuhnya selesai, berdampak negatif pada kondisi kehidupan sosial serta mempengaruhi kesehatan jiwa dan raga masyarakat. 

Tekanan sosial ekonomi yang berat, jadi salah satu efek negatif yang dirasakan masyarakat selama pandemi Corona.

Founder Emotional Freedom Tehniques (EFT) Center, Eddy Iskandar menyebut perasaan itu muncul karena adanya kesulitan dan ruang gerak yang terbatas. Sehingga muncul rasa cemas, dan was - was.

"Wajar jika masyarakat merasa tertekan mengingat beban kehidupan semakin dirasa sulit dan ruang gerak menjadi terbatas di masa pandemi. Rasa was-was, cemas, ketakutan dan emosi yang tidak terkontrol inilah yang membuat jiwa dan raga kita sakit" kata Eddy dalam keterangannya, Jum'at, (26/11/2021). 

Menurut dia, perasaan tersebut bisa merusak sistem imun sehingga mempengaruhi kesehatan jiwa dan mental seseorang.

Bila imun tak lagi mampu jadi garda depan sistem kekebalan tubuh, niscaya penyakit mudah menyerang.

Hal ini bisa jadi masalah dan beban baru karena harus diobati agar tubuh kembali sehat seperti sediakala. 

"Banyak yang belum menyadari bahwasanya tubuh sejatinya adalah dokter terbaik bagi diri kita sendiri. Energi dalam tubuh dan emosi sangat kental dengan baik buruknya kesehatan seseorang," terang Eddy. 

Guna mengenalkan teknik Emotional Freedom Tehniques (EFT) secara mandiri dalam mengatasi ragam masalah kesehatan jiwa dan raga, Perkumpulan Praktisi EFT Internasional (PRATI-ICEP) akan mengadakan Indonesia 3rd ICEP Annual Conference bertajuk Capacity Readiness for Longterm Resilience, pada tanggal 4-5 Desember 2021 secara virtual.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Komisi IX Harap Pemerintah Lindungi Pekerja Indonesia

Acara ini direncanakan dihadiri serta diisi oleh Ketua KPK, Firli Bahuri; CEO Digital Group Asen, Dato' Seri Mir; dan Ketua PIKTI (Perkumpulan Induk Organisasi Kesehatan Tradisional Indonesia) Ekawahyu Kasih serta 11 pakar lain.

Konferensi ini akan mengupas sekaligus mengembangkan kesiapan kapasitas diri untuk ketahanan jangka panjang melalui pendekatan dimensi spiritual, sosial, kesehatan, karir dan keuangan.

"Beliau (Firli Bahuri) ternyata juga memiliki ketertarikan dengan metode alami dan tradisional untuk menjaga kesehatan dan sistem imun tubuhnya," ungkapnya.

Bahkan kata Eddy, istri Firli Bahuri memiliki terapi refleksi lewat metode alami dan tradisional. Pusat refleksi yang dirintis oleh istri pemimpin punggawa pemberantas korupsi ini, bisa melayani sekitar 3.000 orang setiap bulan. 

"Masyarakat dapat mengetahui bagaimana cara Pak Firli tetap fresh, terbebas dari stress mengingat tidak sedikit serangan mental yang selalu ditujukan kepadanya, dan beratnya amanat rakyat yang harus dipinggulnya sebagai pemimpin orchestra pemberantasan korupsi di Indonesia," pungkas Eddy.
 

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas