Tribun

KPK Terima 7.709 Laporan Gratifikasi Sejak 2015-2021, Totalnya Rp171 Miliar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap telah menerima 7.709 laporan gratifikasi dengan total nilai Rp171 miliar. 

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
KPK Terima 7.709 Laporan Gratifikasi Sejak 2015-2021, Totalnya Rp171 Miliar
screenshot
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam dalam webinar 'Pengendalian Gratifikasi: Mencabut Akar Korupsi' di YouTube KPK RI, Selasa (30/11/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap telah menerima 7.709 laporan gratifikasi dengan total nilai Rp171 miliar. 

Laporan itu diterima KPK sejak Januari 2015 sampai September 2021.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam webinar 'Pengendalian Gratifikasi: Mencabut Akar Korupsi' di YouTube KPK pada Selasa (30/11/2021).

"Ini yang perlu kami sampaikan statistik laporan gratifikasi yang apa yang masuk itu ada 7.709, yang kemudian kami tetapkan menjadi milik negara itu 6.310. Sementara nilainya kalau di uangkan ada Rp171 miliar," ungkap Ghufron.

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan jika banyaknya laporan gratifikasi yang diterima, tak menjamin bebas dari korupsi. 

Sebab sering kali gratifikasi yang dilaporkan itu berskala kecil.

"Gratifikasinya sudah banyak dilaporkan, tetapi yang dilaporkan yang kecil-kecil, ternyata yang besar tidak dilaporkan. Ini menjadi fenomena," tutur Ghufron.

Baca juga: Wamenkumham Puji Presiden Jokowi Jadi Contoh Baik Antigratifikasi

Ghufron berharap ada kesadaran dari setiap penyelenggara negara untuk melaporkan gratifikasi ke KPK.

Penyelenggara negara harus bebas menerima sesuatu dalam memberikan pelayanan publik.

"Agar penyelenggara negara itu objektif kepada siapapun, tidak berbasis pada pemberiannya, sehingga diharapkan tidak ada deal-deal untuk melaksanakan atau melanggar kewajiban ataupun melakukan sesuatu yang ataupun tidak melanggar kewajibannya," katanya.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas