Tribun

Virus Corona

Kemenkes: Laju Penyuntikan Vaksinasi Covid-19 Turun, Banyak Daerah Menunggu Vaksin Sinovac

Banyak daerah yang memilih menggunakan vaksin Sinovac ketimbang vaksin Covid-19 merk lain seperti AstraZeneca, Pfizer, maupun Moderna.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Malvyandie Haryadi
Kemenkes: Laju Penyuntikan Vaksinasi Covid-19 Turun, Banyak Daerah Menunggu Vaksin Sinovac
Shutterstock
Ilustrasi vaksinasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menyatakan, laju penyuntikan vaksinasi Covid-19 menurun dalam 2 - 3 minggu terakhir.

Pasalnya, banyak daerah yang memilih menggunakan vaksin Sinovac ketimbang vaksin Covid-19 merk lain seperti AstraZeneca, Pfizer, maupun Moderna.

"Hampir 2-3 minggu ini terjadi penurunan penyuntikan per harinya ya, ini dikarenakan banyak daerah-daerah yang menunggu untuk bisa mendapatkan vaksin Sinovac," ujar Nadia dalam kegiatan virtual KCPEN, Rabu (1/12/2021).

Padahal Nadia menjelaskan, stok vaksin di semester kedua ini didominasi oleh vaksin Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca.

Baca juga: Penerima Vaksin Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna Bisa Langsung Umrah, Kecuali Penerima Sinovac

"Dari peta penyediaan vaksin kita, di semester kedua ini kan kita akan memiliki lebih banyak vaksin-vaksin yang bukan lagi vaksin Sinovac, karena vaksin  Sinovac itu sudah banyak digunakan pada semester pertama," jelas Nadia.

Untuk itu, ia meminta pemerintah daerah, kabupaten atau kota untuk melakukan percepatan vaksinasi dengan merk vaksin selain Sinovac.

Pemerintah memastikan, semua merk vaksin yang digunakan di Indonesia aman dan efektif guna melindungi diri dari Covid-19.

"Kita berharap bahwa kabupaten kota itu bisa melakukan percepatan dengan menggunakan vaksin apapun. Kita melihat masih ada juga kabupaten kota dengan sisa sasaran vaksinasinya cukup banyak ya seperti Sukabumi itu masih satu jutaan. Ini yang kita dorong juga untuk segera menyelesaikan vaksinasi dengan menggunakan vaksin yang ada saat ini," harap Nadia.

Baca juga: Penelitian: Kemanjuran Vaksin Sinovac Turun Menjadi 28% dalam 3-5 Bulan

Sampai saat ini, total masyarakat yang sudah mendapatkan dosis vaksin Covid-19 pertama mencapai 138 juta atau 67 persen.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas