Tribun

Komnas Perempuan Minta Pemerintah Berikan Perlindungan dan Edukasi Terhadap Wanita Disabilitas

Biasanya kasus kekerasan terhadap anak perempuan disabilitas terungkap lewat keluhan pada perut atau tubuh korban menunjukkan beberapa perubahan.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Adi Suhendi
Komnas Perempuan Minta Pemerintah Berikan Perlindungan dan Edukasi Terhadap Wanita Disabilitas
Warta Kota/Nur Ichsan
Ilustrasi. Komnas Perempuan pun mendapat beberapa temuan yang menunjukkan bahwa usia korban kekerasan terbanyak antara 8-19 tahun. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kekerasan yang dialami anak perempuan disabilitas seringkali tidak langsung diketahui.

Biasanya kasus kekerasan terhadap anak perempuan disabilitas terungkap lewat keluhan pada perut atau tubuh korban menunjukkan beberapa perubahan.

Komnas Perempuan pun mendapat beberapa temuan yang menunjukkan bahwa usia korban terbanyak antara 8-19 tahun.

Kebanyakan berada pada masa pendidikan dasar dan menengah.

Namun, sebagian besar mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi (kespro).

Di sisi lain keluarga tidak tahu pola asuh untuk anak perempuan dengan disabilitas.

Terutama karena latar belakang pendidikan mereka yang rendah serta faktor ekonomi.

Saat ini keberadaan lembaga pendidikan yang inklusif masih sangat terbatas, khususnya di wilayah pedesaan.

Ketersediaan teknologi informasi dan komunikasi lewat jaringan internet memang semakin luas.

Baca juga: Ketum PPP: Penyandang Disabilitas Harus Dilibatkan dalam Pembangunan Inklusif

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas