Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemenag: Pendidikan Asrama Berbasis Agama Harus Pastikan Tempat Aman Bagi Pelajarnya

Kementerian Agama Moh. Isom Yusqi menilai selama ini sebenarnya pendidikan asrama berbasis agama adalah lingkungan yang aman bagi siswanya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Kemenag: Pendidikan Asrama Berbasis Agama Harus Pastikan Tempat Aman Bagi Pelajarnya
TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
BELAJAR TATAP MUKA - Sejumlah siswa mengikuti pembelajaran tatap muka di SDN Srondol Wetan 01 Kota Semarang , Jawa Tengah, Senin (30/8/21). Setidaknya ada dua kelas yang mengikuti pembelajaran tatap muka yaitu kelas lima dan kelas enam. Untuk kapasitas siswa yang masuk sekolah di batasi hanya 50 persen dari jumlah siswa dengan gambaran 50 persen di sekolah dan 50 persen di rumah. Nanti mereka yang masuk kelas akan di bergantian. Untuk sementara jadwal masuk sekolah pada hari Senin sampai Kamis mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Semua siswa maupun guru wajib menerapkan protokol kesehatan 5 M. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah Kementerian Agama Moh. Isom Yusqi menilai selama ini sebenarnya pendidikan asrama berbasis agama adalah lingkungan yang aman bagi siswanya.

Hal ini ditegaskan oleh Isom menyusul mencuatnya berbagai kasus kekerasan seksual terhadap pelajar di  pendidikan asrama berbasis agama seperti pesantren.

“Padahal, semua satuan pendidikan, termasuk dengan model berasrama, harus menjadi tempat yang ramah dan aman bagi siswa siswinya untuk menimba ilmu," ujar Isom dalam webinar Pengasuhan Ramah Anak di Lembaga Pendidikan Berasrama, Senin (13/12/2021).

Meski begitu, Isom mengatakan pendidikan asrama berbasis agama harus memastikan keamanan bagi siswanya.

Setiap siswa, menurutnya, harus mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

"Harus didukung dan diwujudkan bersama melalui implementasi sistem perlindungan anak yang terpadu di satuan pendidikan berasrama, termasuk pondok pesantren/madrasah/sekolah katolik/sekolah kristen, dan sekolah dari agama lainnya," tutur Isom.

Baca juga: Menteri PPPA Minta Pendidikan Asrama Berbasis Agama Jauhi Praktik Kekerasan

Rekomendasi Untuk Anda

Isom mendukung langkah dan upaya perkuat komitmen bersama melalui Penandatanganan Komitmen Bersama Peningkatan Pengasuhan Ramah Anak di Satuan Pendidikan Berasrama.

Langkah ini dilakukan demi melindungi anak dari kekerasan dan mewujudkan pengasuhan berbasis hak anak, termasuk di lembaga pendidikan berasrama berbasis agama.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas