Tribun

OTT Menteri KKP

KPK Jebloskan Ainul Faqih Staf Istri Edhy Prabowo ke Lapas Sukamiskin

(KPK) menjebloskan Ainul Faqih ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in KPK Jebloskan Ainul Faqih Staf Istri Edhy Prabowo ke Lapas Sukamiskin
Tribunnews/Irwan Rismawan
Staf istri mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Ainul Faqih bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (16/2/2021). Ainul Faqih diperiksa penyidik KPK dalam perkara dugaan suap terkait perizinan ekspor benih lobster. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa eksekutor pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan Ainul Faqih ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Ainul dieksekusi ke Lapas Sukamiskin lantaran perkara yang menjeratnya, yakni kasus korupsi penetapan izin ekspor benih bening lobster (BBL) atau benur pada Kementerian Kelautan dan Perikanan telah inkrah.

Ainul merupakan staf pribadi Iis Rosita Dewi yang merupakan istri dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

"Jaksa Eksekusi Hendra Apriansyah, Kamis (16/12/2021) telah selesai melaksanakan eksekusi pidana badan dari terpidana Ainul Faqih berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor : 32/Pid.Sus-TPK/2021/PT – DKI tanggal 1 November 2021 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor : 28/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Jkt. Pst tanggal 15 Juli 2021 yang berkekuatan hukum tetap," terang Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (17/12/2021).

Ali mengatakan Ainul Faqih akan menjalani pidana badan di Lapas Sukamiskin selama 4 tahun dikurangi selama dilakukan penahanan.

Baca juga: Sekretaris Pribadi Edhy Prabowo Dituntut 4 Tahun 6 Bulan Bui Dalam Kasus Suap Ekspor Benih Lobster

"Dan diwajibkan membayar pidana denda sebesar Rp300 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan," kata dia.

Total ada enam orang yang sudah diproses hukum terkait dengan kasus korupsi izin ekspor benur. 

Mereka yaitu Edhy Prabowo; Ainul Faqih; sekretaris pribadi Edhy, Amiril Mukminin; dan pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), Siswadhi Pranoto Loe.

Kemudian dua staf khusus Edhy bernama Andreau Misanta Pribadi dan Safri.

Teruntuk Edhy, hukumannya di pengadilan tingkat banding diperberat menjadi 9 tahun penjara dari semula 5 tahun penjara. 

Ia dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama terkait penetapan izin ekspor BBL.

Baca juga: Banding Ditolak, PT DKI Jakarta Perberat Hukuman Edhy Prabowo Jadi 9 Tahun Penjara

Edhy juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp9.687.447.219 dan 77.000 dolar AS dengan memperhitungkan uang yang telah dikembalikan.

Tak hanya itu, hak politik Edhy juga dicabut selama 3 tahun. 

Itu akan berlaku sejak yang bersangkutan selesai menjalani masa pidana pokok atau hukuman 9 tahun penjara.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas