Tribun

Aburizal Bakrie: Konsolidasi dan Tertib Partai Modal Utama Menaikkan Elektabilitas Golkar

Dewan Pembina Partai Golkar mengeluarkan catatan dan pesan internal menyongsong tahun 2022 dan persiapan Pemilu 2024.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Aburizal Bakrie: Konsolidasi dan Tertib Partai Modal Utama Menaikkan Elektabilitas Golkar
Rizal Bomantama/Tribunnews.com
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Pembina Partai Golkar mengeluarkan catatan dan pesan internal menyongsong tahun 2022 dan persiapan Pemilu 2024.

Melalui pernyataan tertulis yang ditandatangani Ketua Dewan Pembina Golkar, Aburizal Bakrie dan Sekretaris Dewan Pembina, Hafiz Nawawi menyampaikan 10 point pernyataan.

"Mengingat besarnya persoalan dan tantangan yang dihadapi, Partai Golkar harus terkonsolidasi dan tertib agar supaya selalu siap menjalankan tugas kemasyarakatan dan kenegaraan, serta siap menghadapi gangguan internal dan eksternai terhadap partai," kata Aburizal Bakrie dalam siaran persnya, Kamis (30/12/2021).

Dikatakannya, konsolidasi dan tertib partai merupakan modal utama menaikkan elektabilitas Partai Golkar yang sedang menunjukkan tren positif, serta sosialisasi Ketua Umum sebagai Calon Presiden yang mulai mendapatkan dukungan berbagai kalangan.

Karena itu, momentum kemajuan ini hendaknya dapat terjaga agar tugas utama Partai Golkar dalam menjalankan tanggung jawab kenegaraan dan kemasyarakatan dapat terlaksana dengan baik serta sejalan itu target Partai Golkar untuk sukses Pileg dan sukses Pilpres.

Baca juga: Golkar Setuju Usul PKS Soal Koalisi Pilpres Diumumkan Lebih Awal, Ini Alasannya

Dewan Pembina Partai Golkar mengimbau dan mengajak kepada seluruh komponen, kader dan tokoh Partai Golkar untuk bekerja sama menjalin sinergi, menjaga soliditas, dan bersatu.

"Persatuan dan kesatuan lebih diutamakan, sekiranya ada perbedaan pandangan selalu mencari ja!an keluar secara bersama untuk mendapatkan solusi terbaik bagi Partai Golkar dan menghindari perpecahan karena akan merugikan Partai Golkar secara keseluruhan," katanya.

Dikatakannya, tahun 2022 ini menyisakan persoalan pemerintahan yang masih memerlukan penanganan serius seperti pandemi Covid-19 yang belum berakhir yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat dan perekonomian negara.

Kondisi tersebut memerlukan keterlibatan dan dukungan dari kader Partai Golkar terutama yang berada di lingkungan pemerintahan dan legislatif untuk bersama Ketua Umum Partai Golkar, yang menjabat sebagai Menko Perekonomian serta sebagai Ketua ’Komite Penanganan Covids-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional” mensukseskan penanganan pandemi.

Baca juga: SMRC: Elektabilitas PDI Perjuangan Tertinggi, Golkar dan Gerindra Bersaing Ketat

"Sekaligus mendorong kegiatan ekonomi masyarakat dan pemulihan perekonomian nasional," katanya.

Disebutkan, sukses pemulihan perekonomian nasional di tahun 2022 merupakan langkah awal kebangkitan ekonomi Indonesia.

Jika kita tidak bisa memanfaatkan momen ini dan tidak bisa melewatinya dengan sukses boleh jadi perekonomian nasional mengalami kemunduran dan Indonesia akan tertinggal di tengah percaturan antar bangsa, regional dan global

"Karena itu Partai Golkar harus secara aktif dan kreatif memberikan kontribusi dan usulan dalam usaha kebangkitan ekonomi ini sehingga dapat menunjukkan peranan nyata bagi pembangunan nasional dan juga memberikan dampak positif bagi kemajuan Partai Golkar," katanya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas