Tribun

Kisahkan Tamat Sekolah Dasar Hanya 3 Tahun Tapi 7 Kali Pindah, Natalius Pigai: Mungkin Saya Pintar

Natalius Pigai mengaku menamatkan pendidikan SD hanya kurun waktu tiga tahun.

Editor: Wahyu Aji
zoom-in Kisahkan Tamat Sekolah Dasar Hanya 3 Tahun Tapi 7 Kali Pindah, Natalius Pigai: Mungkin Saya Pintar
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Natalius Pigai mengunjungi kantor TribunnewsBogor.com, Rabu (2/2/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak hal unik yang diungkapkan mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, sewaktu tinggal di Papua.

Sejak duduk di kursi Sekolah Dasar (SD), Natalius Pigai tak tinggal bersama kedua orangtuanya.

Sang ayah yang menjabat Camat kerap tinggal berpindah-pindah mengikuti lokasi penugasan di wilayah Papua.

Sedangkan sang ibu yang merupakan pedagang kerap berpindah kota di Papua menjajakan dagangannya.

Hal itu membuat Natalius Pigai hidup mandiri di tanah kelahirannya di Enarotali, Paniai, Papua.

"Bapak saya itu camat. Dia tugas pindah-pindah di daerah terpencil," ucap Pigai dalam obrolan dalam program Tribun Corner, Rabu (2/2/2022).

Baca juga: Sering Berucap Penuh Kontroversi, Natalius Pigai Ungkap Punya Teknik dan Kompetensi Jadi Penyelidik

"Mama saya itu perintis pasar mama-mama di Papua. Pasar mama-mama itu tradisi di kampung saya yang dirintis mamah saya sebagai istri camat," ia menambahkan.

Meski tak tinggal bersama orangtua, Natalius Pigai termasuk anak yang cerdas untuk urusan sekolah.

Dia mengaku menamatkan pendidikan SD hanya kurun waktu tiga tahun.

"Saya sekolah SD itu 3 tahun. Dari kelas 1, saya naik kelas 3, kemudian naik kelas 5 dan disuruh ujian. Mungkin saya pintar, padahal enggak diajar sama siapapun," gelak Natalius Pigai.

Uniknya, meski hanya memakan waktu selama tiga tahun, Natalius Pigai harus sampai tujuh kali pindah sekolah selama di bangku SD.

Baca juga: Saat Natalius Pigai Berbagi Tips Sukses Menjadi Ayah yang Baik di Tribun Corner Podcast

Hal itu bukan karena Natalius Pigai anak nakal.

Melainkan karena faktor keamanan yang terjadi di tanah kelahirannya kala itu.

"Karena daerah saya itu Daeah Operasi Militer (DOM). Pas saya SD kelas 1 tiba-tiba sekolah dibakar, kemudian saya pindah ke sekolah lain." 

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas