Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mantan Ketum Romahurmuziy di Acara PPP DIY, Baidowi: Dia Masih Kader Tapi Tak Masuk Kepengurusan

Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy, muncul di Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) DPW PPP Yogyakarta. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Mantan Ketum Romahurmuziy di Acara PPP DIY, Baidowi: Dia Masih Kader Tapi Tak Masuk Kepengurusan
Wartakota/Henry Lopulalan
Romahurmuziy 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy, muncul di Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) DPW PPP Yogyakarta

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi menjelaskan, Romi (sapaan akrab Romahurmuziy) memang diundang menjadi narasumber dalam agenda itu.

"Mas Romi diundang DPW PPP DIY menjadi salah seorang narasumber di acara muskerwil sekaligus hadiri harlah PPP," kata Baidowi kepada wartawan, Rabu (2/2/2022).

Baidowi mengungkapkan, Romi masih tercatat sebagai kader PPP sampai saat ini.

Namun, Romi tidak masuk dalam struktur kepengurusan partai.

Menurutnya, sebagai orang yang pernah memimpin PPP, Romi tidak bisa melepaskan diri dari PPP.

Wasekjen PPP Achmad Baidowi di Hotel Grand Sahid Jaya, Minggu (15/12/2019).
Wasekjen PPP Achmad Baidowi di Hotel Grand Sahid Jaya, Minggu (15/12/2019). (Taufik Ismail)

"Romi sampai saat ini masih tercatat sebagai kader PPP tapi tidak duduk di struktur manapun," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sebagai orang yang pernah pimpin PPP, beliau tidak bisa melepaskan diri dari PPP, toh sekarang beliau menjadi warga biasa, warga normal meski pernah terjerat kasus kalau kami anggapnya musibah ya kan sudah selesai jalani masa hukuman," imbuhnya.

Baca juga: Pengamat: Putusan Romahurmuziy Merusak Sistem Hukum

Lebih lanjut, Baidowi mengatakan Romi memberikan motivasi kepada kader PPP agar peristiwa yang pernah dialami di masa lalu tidak terulang merupakan hal yang wajar.

Dia menilai kemampuan Romi sebagai seorang politikus tidak hilang setelah menjalani masa hukuman.

"Kemampuan seseorang itu tidak akan hilang, misalkan beliau pernah menjalani hukuman. Soal kemampuan kan enggak hilang, kemampuan analisa perubahan dinamika politik yang berkembang itu dibutuhkan oleh teman-teman, khususnya di Yogya," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas